Bias Cinta
“Ngantuk, mau langsung tidur. Kamar Ibu di bawah, kamarku yang di atas. Tapi kalau mau tuker juga nggak papa. Biar Ibu olah raga, naik turun tangga.”
“Ibu di bawah aja, biar nggak repot,” ucap Ira menunggu Dinda membuka pintu pagar, lalu mereka masuk bersama-sama.
Namun, ketika baru melewati pintu rumah, Ira langsung bergegas ke kamarnya. Langkahnya pelan, karena melihat ruang tamu sudah terisi dengan sofa baru dan ruang yang lainnya pun sudah lengkap dengan furniture.
Ira sempat mengira, Dinda hanya membeli dua buah tempat tidur untuk di kamar atas dan bawah. Akan tetapi, semua barang di rumah putrinya itu benar-benar lengkap.