Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

"Biar kamar Mas Tresna tetap rapi, Bay. Saya nggak mau pas ingatan tentang kebaikannya terasa dekat, kamarnya malah berdebu." Bayu menarik napas panjang, menepuk pundak Silvi pelan. "Pasti... Mas Tresna pasti senang lihat kamu rajin begini." Sementara itu, Clara memilih menyibukkan diri di dalam ruang kerja klinik darurat. Berkat dokumen kelayakan yang dia susun bersama Linda, klinik itu akhirnya mendapatkan izin operasional tetap dari kementerian pusat. Tidak akan ada lagi ancaman pembongkaran, tidak ada lagi preman yang berani mengusik.
8.455.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as the clinic
Read
+Library
Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

"Si Eva itu berlari keluar dari sebuah klinik." "Klinik?" kening Claudia berkerut. "Dia sakit?" "Entahlah. Klinik itu milik dokter antah berantah bernama Ryu. Tidak terkenal, prakteknya sepi. Tapi aneh, kan? Kenapa perawat yang butuh uang malah buang-buang waktu ke tempat kumuh begitu?" Rian mengangkat bahu, lalu tangannya meremas paha Claudia. "Mungkin dia hamil? Atau mungkin dia aborsi? Siapa tahu dia sudah dikokop sama suami lumpuhmu itu."
1042.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as the clinic
Read
+Library
Klinik Aborsi

Klinik Aborsi

Obat ini benar-benar manjur menghilangkan rasa sakit kepala akibat halusinasi yang kadang tiba-tiba muncul. Dua hari kemudian klinik kami sengaja libur. Kata Mia, aku butuh istirahat beberapa hari. Kami sengaja memasang pengumuman bahwa klinik tutup sementara dengan alasan penyemprotan insectisida. Namun, sore harinya kami kedatangan seorang tamu. Dua mobil mewah dengan plat satu digit. Turun dua orang lelaki berseragam safari. Mereka bertanya, apakah kami terima pasien? Mereka membaca plang pengumuman di depan. "Mohon maaf hari ini klinik libur," Mia menyampaikan dengan sopan.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as the clinic
Read
+Library
Bos, I'm Pregnant!

Bos, I'm Pregnant!

Sebuah klinik yang beroperasi di wilayah abu-abu, tempat yang konon menjadi tujuan terakhir bagi perempuan-perempuan yang tak memiliki pilihan lain. Dengan langkah yang penuh keputusasaan dan hati yang telah membeku, Fara melangkah masuk ke dalam gang gelap itu. Ia meraba perutnya untuk terakhir kali sebelum tangannya terulur untuk mendorong pintu klinik yang berderit tersebut. ◦•●◉✿𝗧𝗕𝗖✿◉●•◦
9.822.3K viewsOngoingAdded to Library 536 Times as the clinic
Read
+Library
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

Akan tetapi, ia tetap tidak bisa membatalkan rencana dan niat yang sudah disusun sebelumnya begitu saja. Keduanya hening sampai mobil masuk ke sebuah rumah berlantai dua tipe 120. Ada sebuah klinik lumayan besar di samping rumah tersebut. Saat membaca plang, klinik itu tidak hanya spesialis obgyn atas nama Farah, ada juga spesialis mata. Di sana masih terlihat beberapa orang. “Ini rumah Ibu?” tanya Zia hati-hati, takut Farah masih marah.
1052.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as the clinic
Read
+Library
Silakan Menikah Lagi, Mas!

Silakan Menikah Lagi, Mas!

Kukuat-kuatkan agar tidak tumbang sebelum sampai di klinik. Begitu tiba, Nizam membawaku ke IGD. Klinik pesantren ini memang lumayan besar dan terbuka untuk pasien di luar pesantren. Mirip puskesmas dan sudah mendapat izin dari dinas kesehatan. Ada rawat jalan dan rawat inapnya.
1064.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as the clinic
Read
+Library
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Seseorang memang membiarkan jalan ini terbuka. Halaman kecil klinik itu bersih, terlalu bersih untuk bangunan tua. Beberapa pot tanaman tersusun rapi di sisi jalan masuk. Tidak ada penjaga di depan. Tidak ada pasien keluar-masuk. Hanya cahaya dari dalam lobi yang menyala pucat. Pintu utama terbuka ketika Kiara mendorongnya. Suara bel kecil terdengar dari atas pintu.
655 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as the clinic
Read
+Library
Main Belakang

Main Belakang

"Bagaimanapun juga, status kita ini masih rawan. Kalau sampai ada orang yang mengenali kita di sini, bisa berantakan semua rencana kita." ​Mendengar kekhawatiran wanita simpanannya, sorot mata Rian melembut. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mengusap helai rambut Clara yang terurai di atas bantal periksa. ​"Tenanglah. Klinik ini sengaja aku pilih karena lokasinya terpencil di pinggiran kota. Tidak akan ada satu pun orang kantor atau keluarga yang tahu kita di sini. Apalagi Aira ..." Rian mendengus pelan, nada bicaranya seketika berubah dingin dan meremehkan saat menyebut nama sang istri. "Wanita itu terlalu bodoh dan penurut untuk mencurigai ke mana aku pergi."
10787 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as the clinic
Read
+Library
Sentuh Aku, Pak Mentor

Sentuh Aku, Pak Mentor

Dua hari kemudian, Sophia tiba di sebuah klinik baru yang jaraknya cukup jauh dari apartemennya. Bangunan itu tampak modern, dengan dinding kaca besar dan logo kecil berbentuk huruf R di bagian depan. Udara pagi masih sejuk, matahari belum terlalu tinggi, dan aroma antiseptik tipis tercium begitu ia memasuki lobi. “Selamat pagi,” sapa Sophia dengan sopan ketika ia membuka pintu ruangan yang sudah diarahkan oleh resepsionis.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as the clinic
Read
+Library
MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU

MADU, YANG DIBELI OLEH MERTUAKU

"Ra, bukannya dekat rumah ada rumah sakit? kenapa harus dibawa ke klinik yang jaraknya cukup jauh dari rumah?" "Aku juga gak tahu, Mir. Apa ada sesuatu yang disembunyikan dariku?" "Sudahlah, kita jangan suudzon, mungkin mertuamu memang cocok di klinik itu." Sesampainya di Klinik, kami langsung masuk ruang rawat inap. Klinik ini cukup besar, mirip puskesmas. Tapi, aku tak pernah mengantar ibu mertua ke sini. Entahlah, isi kepalaku tak mau terus menerka-nerka dengan pikiran negatif.
5.4K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as the clinic
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status