Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SILARIANG

SILARIANG

Tyo mengusap punggung Tenri dengan lembut. “Kita akan memulai hari baru kita sebagai suami istri dan kita akan bina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Kau partnerku untuk proyek membangun rumah di surgaNya,Sayang. Bantu Mas wujudkan itu yaa?” bisik Tyo lirih di telinga Tenri. Perempuan berdarah Bugis itu hanya mengangguk beberapa saat mendengar ucapan suaminya,
102.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as the santi
Read
+Library
Pesona Brondong Hebatku

Pesona Brondong Hebatku

Saran Axton pada Santi. Santi yang mendengar itu awalnya bingung lalu hanya mengangguk, “Ok, ok tapi pastikan kau mengabariku setelah sampai ke rumah sakit ya!” desak santi lagi pada Axton dan Geva. Geva dan Axton hanya menganguk.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as the santi
Read
+Library
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

santi tiba-tiba menertawakan Mpus dan Upik. "Kenapa dengan nama kami?" tanya Upik memperlihatkan wajah tak senangnya. "Menggelikan!" jawab Santi malah mendekatkan wajahnya ke arah Upik, seolah menyeringai. "Siapa namamu?" tanya Upik, tanpa terlihat gentar. "Namaku, Santi! Santi Purwita Sari. Cukup terdengar bangsawan bukan?"
104.5K viewsOn holdAdded to Library 111 Times as the santi
Read
+Library
CEO ROYAL

CEO ROYAL

"Minggu depan aku akan halalkan dirimu di Surabaya!" Ucapan Darma menghentikan langkah Santi. Gadis berbaju merah itu membalik tubuhnya cepat. "Aku tunggu hari bahagia itu, tetaplah jaga kesehatan." Diluar dugaan, Santi berbalik mendekati Darma yang masih setia berdiri di sisi depan apartemen. Mencium pipi dan memberikan pelukan hangat.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as the santi
Read
+Library
Skandal dengan Bos

Skandal dengan Bos

Romeo teringat ketika Santi memegang tangannya terus-menerus dan tidak mau melepaskannya. "Abang. Abang. Aku hanya mencintaimu. Tidak ada orang lain yang aku cintai selain kamu, Abang," ujar Santi saat tubuhnya didorong dengan brankar, dan matanya terbuka. Darah membasahi kaki bagian bawah. "Iya. Aku dengar, lebih baik kamu istirahat sekarang," Romeo menjelaskan dan membiarkan Santi untuk menutup matanya.
1037.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as the santi
Read
+Library
Perempuan Yang Merebut Suamiku

Perempuan Yang Merebut Suamiku

Tak lama Santi mengirimkan sebuah pesan untukku. [Mas, tolong angkat teleponnya, penting!!!] Santi mulai memanggil lagi, dengan terpaksa akhirnya aku memencet tanda telepon warna hijau untuk menerima panggilannya. "Ya, ada apa?" tanyaku dengan ketus. "Mas, tolong pulang, mas..." jawab Santi dengan sesenggukan. "..." "Mas, tolong pulang, mas ... Ibu, mas ..."
1055.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as the santi
Read
+Library
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

Sebenarnay santri wati cantik semua, tapi tidak secantik santri wati yang bisa meluluhkan hati ini. Sebenarnya sih cantik juga putih tapi suaranya itu lho cempreng. "Belanja apa?" tanya Udin. "Oh ini lho Kang Udin, saya belanja ini." Dia membuka bungkusan kantong plastik hitam. Aku dan ke empat santri wati lainya menahan tawa. Kulihat Udin malah menggaruk kepalanya. "Kamu mau belanja apa kang?" tanya santri wati tadi.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as the santi
Read
+Library
Lika-liku Cinta Terlarang

Lika-liku Cinta Terlarang

Santi tetap tidak mau melayani keinginan Devan. Karena gemas dan tidak sabar, Devan langsung menyingkap kaos Santi lalu menyesap bukit kenyal milik gadis tersebut. Tubuh Santi mulai menggeliat akibat ulahnya. Santi cemas kalau Sarinten mendadak muncul dan memergoki mereka berdua sedang bercumbu di sana. “Emm, Mas lepaskan aku, aku nggak mau Mbak Rinten li-hat, ouhh, Mas hisapanmu, ouhhh!” Rintih Santi mulai menikmati sapuan lidah Devan pada bukit kembarnya.
1031.1K viewsOngoingAdded to Library 900 Times as the santi
Read
+Library
CEO MESUM itu SUAMIKU

CEO MESUM itu SUAMIKU

Ervan yang melihat tingkah Santi pun lantas berdecak kesal dan berkata, “Mbak, lagi kesambet?” “Eh? Nggak kok.” “Ya terus, ngapain senyum-senyum nggak jelas kayak gitu?” lanjut Ervan. “Saya lagi buru-buru nih, Mbak. Tolong minggir dulu ya.” Bukannya bergeser dari posisinya, Santi justru mengulurkan tangannya ke arah Ervan. Senyumnya tak pudar sedikitpun. “Kenalan dulu dong. Aku Santi, Mas.”
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as the santi
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status