Suami Titipan
Aku berpesan agar mereka jangan khawatir, dan jangan dulu mendekat, biar aku yang membujuknya supaya mau turun.
"Subhanallah, langitnya mendung, ya? Sepertinya mau hujan," ujarku memecah kebisuan.
Gadis berjilbab merah muda itu mengabaikan ucapanku.
"Hilma, ada apa sayang? Kamu bisa cerita sama ustadzah kalau ada apa-apa."
Hilma masih terdiam, sesekali mengusap pipinya yang basah. Bingung juga apa yang harus kulakukan. Sudahlah, aku akan mengajaknya bicara saja.
Hot Chapters