Kontrak Cinta Sang Tuan Muda
Aku ternganga, bibirku refleks mengucap pelan, “MasyaAllah, indah banget.”
Alvaro menggenggam tanganku erat, lalu menuntunku ke pintu masuk. Kami naik lift menuju observation deck. Begitu sampai, pemandangan kota Tokyo terhampar luas di depan mata. Lampu-lampu jalan, gedung pencakar langit, hingga sungai yang berkilauan bagai pita perak, semuanya terlihat jelas.
Aku menempelkan kedua telapak tangan di kaca, mataku berbinar tak berkedip. “Mas, aku nggak nyangka bisa lihat ini langsung. Rasanya kayak mimpi.”
Sikat na Kabanata