TERLATIH PATAH HATI
Karla berbalik dari hadapan Gery dan meyeret Rayyan menjauh cepat, mengabaikan pemuda yang dipenuhi amarah.
Rayyan melepaskan tangannya dari pegangan Karla. "Kita bisa atasi ini tanpa perlu mengarang cerita," ucapnya lirih.
Karla menatap Rayyan dengan tatapan memohon yang tak akan bisa ditolak. Sebelum mereka berdiskusi lebih jauh, Gery kembali mendatangi. Kini ia bahkan siap menendang ke arah Rayyan. Namun, saat gerakan kaki panjang itu masih diperjalanan, Rayyan menahannya dengan tendangan cepat. Tepat mengenai tulang kering Gery. Pemuda itu meringis menahan sakit, tapi sakit itu tak seberapa dibandingkan rasa malu yang harus ditanggungnya.