MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
“Iya, kan, Pak?”
“Ah, kalian bisa saja,” balas Rama dengan senyum malu-malu.
“Eh, Pak… em, kenapa ya? Aku melihat kalian berdua itu kayak mirip banget,” Putri kembali berbicara, kali ini dengan nada lebih rendah, nyaris berbisik.
“Siapa yang kalian maksud?” tanya Rama.
“Itu, Tuan Tan Sri. Seperti duplikat—versi muda dan versi tua saja.”