KEMBALINYA SANG RATU
Malam itu, di bawah lampu minyak yang temaram, mereka bertiga duduk seperti keluarga yang tak lagi menyesal akan waktu yang sempat tercecer.
Lintang menjelaskan visinya: Madrasah Langit bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah laboratorium peradaban. Tempat anak-anak dari pesisir, dari hutan, dari lembah dan gunung, dari Gaza dan Gangwon, dari Nunukan sampai Oaxaca—belajar bersama, tanpa takut pada bahasa atau asal. Ia ingin guru-guru dari Papua, dari Uzbekistan, dari Aleppo dan Kinshasa, duduk sejajar dan saling ajar.