Sang Pewaris Arogan
Tulisan itu jujur, menusuk, bahkan sedikit kejam.
Penulisnya: Lyssa Arabella.
Alvaro membaca ulang kalimat terakhir di artikel itu, pelan-pelan, seperti sedang menikmati rasa pahit kopi hitam.
“Kesombonganmu hanya membungkus kelemahan. Tanpa nama keluargamu, kau bukan pewaris, kau hanyalah lelaki kosong yang bersembunyi di balik jas mahal.”
Senyum tipis muncul di wajahnya. Bukan senyum marah, melainkan senyum orang yang menemukan permainan baru yang menarik.
인기 회차