DIARY SKIZO
___________
Kutekan tombol send, lalu dalam hitungan detik, aksaraku kandas di telan aplikasi biru.
Menulis adalah caraku mengobat luka. Bukan untuk mencari simpati, meskipun kuakui dengan tulisan-tulisan itu bermacam rupa simpati juga empati tertinggal lewat jejak tindih jemari dari mereka-mereka yang peduli. Menulis adalah caraku menguatkan hati, meluap luka agar ia tak berubah jadi petaka, meretas emosi agar ia tak jadi duri.
Akulah si pendosa yang kerap menggugat Tuhan. Aku perempuan lemah dengan sekian banyak tuntutan, tanpa berkaca bahwa diri ini begitu hina di mata Tuhan.