EUFORIA
“Bagus, deh. Jadi, kamu udah nulis apa aja menggunakan pena yang aku kasih waktu itu? Aku mau baca, dong.”
“Waduh, jangan dulu, deh. Gue udah nulis banyak. Dan seperti yang lo bilang, gue merasa tenang setelah mengeluarkan semua isi hati gue lewat tulisan.
Yah, meskipun sensasinya nggak kayak gue ngomong sama lo.”
“Lambat laun kamu akan terbiasa, kok. Jadi, tenang aja. Tapi, kenapa aku nggak boleh membaca tulisanmu?”
Hot Chapters