Rimba Memburu Senala
Ranu—rambut acak-acakan dan kantong mata setebal harapan yang nyaris punah—langsung panik, menjatuhkan kantong kulitnya yang berisi sebongkah singkong rebus dan catatan observasi.
“Ini ..., ini cuma sarapan,” katanya kikuk.
“Singkong bisa dipasangi chip juga, tahu!” kata si pemuda bertato daun kopi, menyorongkan tombaknya seperti menunjuk rasa tidak percaya. “Dan ini bukan sekadar catatan. Siapa yang tahu, bisa saja kau kirimkan peta markas pakai ..., sinyal pikir.”
Ranu gelagapan. “Apa ..., apa itu sinyal pikir?”
Capítulos Populares