Cinta Dua Jiwa
Sese sampai menitihkah air mata, ketika dirinya melihat Sukya tersenyum berseri-seri, seraya menyantap sup buatan ibunya.
"Ada apa? Mengapa kau menangis seperti itu? Dasar cengeng," umpat Jing Tian.
Pemuda itu sudah berada di sisi Sese, hanya saja Sese tidak menyadari itu sejak awal.
"Sejak kapan kau ada di dekatku, Tuan?" Sese berbalik bertanya. Dia mengahpus air mata yang membasahi pipi, seraya menatap Jing Tian.
"Hm …." Berpikir, dengan meletakkan jari telunjuk di dagu.
Hot Chapters