Let Me Go
tanpa sadar aku berteriak di hadapannya.
Selama kami pacaran, aku sama sekali nggak pernah bersikap seperti ini. Berteriak di hadapannya? Kesabaranku sudah habis rupanya.
“Kamu kenapa sih? Kamu—“
“Kamu yang kenapa?! Jangan tanya aku! Tanya sama diri kamu sendiri!” ujarku smabil menunjuk dirinya. Tanpa kurasa, air mataku sudah ikut menetes sejak tadi dengan derasnya. Tapi tak berniat aku menghapusnya. Biarlah mengalir, sebagai tanda bahwa hari ini, kesabaranku sudah benar-benar terkuras. “Kamu bisa nggak sih ngertiin perasaanku sedikit? Sedikit aja Kei!”
Hot Chapters