Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sadena

Sadena

"Bunda takut kamu akan membenci bunda setelah tau semuanya." "Nggak akan. Aku janji. Aku pasti selalu mendukung bunda." "Kamu yakin?" tanyanya. Dian tidak ada di sini sebab Sadava telah meminta waktu untuk mereka berdua saja. "Walaupun kamu tahu kebenarannya kalau dulu bunda seorang pendosa?" Sadava mengangguk pasti. "Semua manusia di dunia ini pendosa, Bun. Nggak ada yang suci. Termasuk aku."
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as undeniable
Read
+Library
ADHARA

ADHARA

jawab Dirga santai "Ouh gitu yah," "Oh my good Liss liat deh-" Farah menutup mulutnya kaget lalu memperlihatkan sebuah foto yang baru saja Farah liat dilaman i*******m miliknya. Foto seorang perempuan bertopeng dengan dress ketat diatas lutut dimana yang menjadi fokus keduanya adalah pin yang dipakai didada perempuan tersebut, pin kampus universitas Abdi Jaya
2.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as undeniable
Read
+Library
The endlessly

The endlessly

Lanjutnya. "Kau cidera. Saat aku sakit, aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama padaku." Kata Kenzo begitu yakin. Mirai memicingkan matanya, bagaimana Kenzo bisa memiliki kepercayaan diri yang begitu super? Ya Tuhan. . . . Penyakit terlalu percaya diri adalah jenis penyakit yang sulit di sembuhkan dan bersifat menjengkelkan. Mirai tidak tau harus menangis atau tertawa.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as undeniable
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

“Kita tak akan pernah bisa bersama Brandon, kau tahu itu kan? A-Ayahmu tidak akan setuju, ditambah lagi bagaimana jika Ayahku tau jika aku…” Anna diam, tidak melanjutkan perkataannya. “Jika aku apa Ann?” tanya Brandon, wajahnya semakin mendekati Anna sampai-sampai membuat pipi Anna semakin memerah. “Jika selama ini aku me-nyu-ka-aimu—“
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 318 Times as undeniable
Read
+Library
YOU

YOU

Hal yang selalu Aluna sukai dari Xavier. “Dir, gue tinggal dulu ya.” “Hmm” Aluna dan Xavier berjalan berdampingan menuju meja barista, Aluna merasa seperti kurcaci yang berjalan bersisian dengan raksasa karena perbedaan tubuh mereka yang cukup kentara. Xavier memang lebih tinggi dari pada Aluna, tubuh laki-laki itu pun kekar dan berdada bidang ditambah kaos yang ia kenakan semakin memperlihatkan tubuh kekarnya dan otot-otot bisep di kedua lengannya, bisa dibilang body goals untuk ukuran laki-laki. Wajah Xavier pun terbilang tampan dengan kulit putih dan manik mata coklat tua yang semakin membuat para wanita menjerit dan terkesima melihat ketampanan Xavier. Sedangkan Aluna, gadis itu lebih pe
2.4K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as undeniable
Read
+Library
U

U

Aku hanya bisa diam mematung melihatnya pergi. Dia .... Pria itu memiliki postur cukup tinggi, bermata abu-abu gelap, memiliki lesung pipit di sebelah kiri, dan juga rambut hitam berponi yang sedikit lepek karena keringat. 'Dia manis.' ...
103.3K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as undeniable
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Mereka duduk melingkar di atas karpet dengan permainan uno di tengah-tengah mereka. "Giliran gue," ujar Dara penuh semangat. Dara mengamati satu per satu balok uno, memilih balok mana yang akan ia ambil agar uno yang sudah tersusun tinggi itu tidak runtuh. Tangan Dara bergerak mengambil salah satu balok di bagian tengah dengan penuh hati-hati. Namun sayang, perkiraan Dara salah. Uno pun runtuh membuat mereka bertiga menjerit dan tertawa kencang.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as undeniable
Read
+Library
DIA

DIA

Kata-kata sang bunda memecah lamunan Adyatama. “Iya, masih sekitar satu jam lagi kita sampai jika tidak macet. Karena sekarang hari minggu juga.” “Bunda, telepon Uncle Eric. Beritahu jika kita sudah hampir sampai ya?” pinta Adyatama dengan antusias.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as undeniable
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Wkwk Alex: Kenalin gue, gue gebet. Rendra: Gue bantai langsung, haha. Verdi: Pulang sekolah cafe blacksweat! Otong: Jajain bang Alex: Ngapain? Risky: Ada yang penting lah Lex. Verdi: berani berapa lo tong? Seperti biasa hiburan Verdi hanya teman gajenya, pesan-pesan yang gak jelas maknanya, nonton tv, main game offline dan berbagai macam godaan dari Vanya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as undeniable
Read
+Library
Adinda

Adinda

sambung Andika. Mereka semua terdiam saat mendengar penjelasan Andika. Benar saja untuk berhenti total tidak bisa secara langsung. Dan pastinya butuh waktu, pengorbanan, niat disertai tekat yang kuat, air mata, dan kekuatan. Sedangkan Giyo saat ini belum bisa benar-benar menguatkan keinginannya. “Kita kan belum mencoba Kak. Aku maunya kita coba dulu,” ujar Adinda meyakinkan. Semburat kepercayaan terlukis nyata di wajahnya.
1018.2K viewsOngoingAdded to Library 544 Times as undeniable
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status