Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CERAI

CERAI

" Sebentar ya neng " saya panggil Tuan dulu, pamit satpam tersebut. Baik pak, jawab zaira. Ya Allah semoga di hari pertama aku bekerja semua nya berjalan lancar,bathin nya. " Neng, di suruh masuk sama Tuan Mari silakan masuk ke dalam, Tuan sudah menunggu di dalam ". tutur pak satpam dengan ramah. Terimakasih pak, jawab Zaira.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as waite
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

ucap Valley meletakkan kotak itu di atas mobil Sev, lalu berjalan meninggalkan Trisha. Wanita gemuk itu terus memperhatikan Valley sampai dia benar-benar masuk ke dalam rumah. Trisha menghela napas lega dan melepaskan jaket itu dari kepala Sev. Lelaki itu pun menghela napas kasar dan mengusap wajahnya, dia menatap tajam Trisha. “Harus banget gini?!” Trisha pun hanya menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil meraih kotak cake pemberian Valley. “Maaf. Ayah dia itu wartawan, gimana kalau—“
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as waite
Read
+Library
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
585 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as waite
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

ucap robot wanita yang tidak lain Eunoia, asisten kepercayaan Bumi Chatra. Sosok yang menatap lekat ke arah Reandra memang Bumi. Pemuda itu tidak sengaja melihat Reandra saat pemuda jangkung itu berdiri pada pintu masuk sektor 12. "Jadi kamu sudah tahu keberadaan gadis itu?" Bumi kembali bertanya kepada Eunoia. Namun, robot wanita itu hanya diam menandakan bahwa lagi-lagi tidak ada hasil yang didapatkan.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as waite
Read
+Library
GAYATRI

GAYATRI

Ting! Pesan Whatsapp masuk di benda pipih dan pintar milik Gayatri. Terpampang nama Bu Nurma saat ia menggesek ke atas layar ponselnya. Gayatri tersenyum dan berkata, "Bu Nurma ternyata memenuhi janjinya." [Gayatri, ibu berangkat sekarang, ya. Bersiap-siaplah.] [Iya, Bu.]
103.4K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as waite
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.1K viewsOngoingAdded to Library 254 Times as waite
Read
+Library
AURORA

AURORA

Eh? “Kita pergi ke Canterbury lalu kita akan menyeberangi Selat Inggris melalui Pelabuhan Dover.” Mata Aquilla, gelap dan tenang itu, menusuk ke arah Jake yang sedang menyandarkan tubuhnya pada tembok. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Ahin. “Apa kau akan tetap mengikuti perjalanan kami, Ahin Lloyd?”
106.0K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as waite
Read
+Library
STATUS WA CALON SUAMIKU

STATUS WA CALON SUAMIKU

"Nita dikuret?" Next?
1037.7K viewsCompletedAdded to Library 753 Times as waite
Read
+Library
Mas Sena

Mas Sena

ia pun teringat. “Oh ya, gini aja. Gue kasih aja kuota 5 orang yang memiliki nama yang berawalan z, dan salah satunya Zelina. dan sekarang masih ada kuota 4 orang lagi. jadi kalau semisal 4 orang ini terpenuhi, ya maka gak ada promo lagi, untuk uangnya gue kasih setelah kuota 5 orang ini terpenuhi, tapi please jangan sampe pemilik nih tempat tahu, oke?”
102.7K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as waite
Read
+Library
Vila Melati

Vila Melati

Bab 14 Meninggalkan vila dan akan pulang ke mess, kulihat Atika berdiri mematung di jalanan dekat danau. Berkacak pinggang serta dagu ditinggikan, sepertinya ia sengaja menungguku. Sorot mata penuh kebencian, ia tak berkedip menatapku. Aku tahu dia sedang berusaha menahan gejolak amarah yang memanas di ubun-ubun.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as waite
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status