Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Mas Parto dan Asep yang tidak ikut ke dalam mobil, kini hanya duduk dan merokok dengan beberapa batang rokok yang ambil di etalase warung yang sudah tampak hancur dengan kacanya yang pecah. Mereka duduk-duduk di dekat rumah. Bersamaan dengan para warga lainnya yang masih menungguku kembali dan berkumpul kembali bersama dengan para warga lainnya di Kampung Sepuh. “Kenapa para makhluk itu muncul dan menyerang warung hingga seperti ini ya Mas?” Kata Asep sambil mengisap rokok filternya ke dalam mulutnya dan memuntahkan asap putih tebal ke atas.
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai warung asep
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Catur Rogo

Catur Rogo

Begitu terus dan berulang. Sementara itu Bagas keluar mencari Asep dan Taksa. Mereka berdua pamit untuk ke warung sebentar untuk membeli beberapa bungkus mi instan dan kopi. Saat sampai di jalan desa, terlihat Asep dan Taksa sudah berjalan menuju rumah. Mereka tampak asik mengobrol. Sesekali kekehan terlihat dari keduanya. Bagas tak segera menghampiri. Ia kembali dan menunggu mereka saja. Toh, mereka sudah akan pulang.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Si Badut Itu, Pangeranku!

Si Badut Itu, Pangeranku!

Tania tersentak dan menundukkan kepala. Halaman belakang yang luas, begitu banyak meja makan yang menggunakan payung besar. Banyak pengunjung yang menikmati makanan cafe itu. Pengunjung berbagai usia pun ada dan berkelompok. Suasana yang asri dan indah sangat cocok untuk menjadi tempat tongkrongan. Asep yang langsung mengobrol dengan Ujang yang begitu serius. Asep menyalakan rokok dan mulai mengingat kembali masa lalunya. Dia merasa kesal dan marah dengan setiap kejadian tadi. Sekarang mood Asep semakin kacau balau mendengar penjelasan dari Ujang.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Belum sempat mengutarakan maksud kedatanganku, Mbah Prapto langsung berbicara. "Warungmu sepi karena ada yang jahil, warungmu menghadap ke selatan 'kan? Warna cat temboknya putih dan di halaman ada pohon asem juga ada pohon mangga. Kalung istrimu ditukar sama ibunya sendiri dengan kalung yang lebih murah harganya," ucap laki-laki berkumis tipis dan memakai topi dibalik itu. Seketika aku langsung menoleh ke samping kanan di mana suami Mbak Erlin duduk.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Mbah Pon langsung memarkirkan mobilnya. Kami turun di sebuah warung makan yang cukup besar. Kami langsung masuk dan pura-pura memesan makanan. Kami dilayani oleh seorang wanita yang bertubuh langsing. "Mau makan apa Bu?"tanya pelayan itu "Saya mau pesan nasi campur dua ya sama minumnya es teh tawar."jawabku. Setelah mencatat pesanan kami. Pelayanan itu pergi untuk menyiapkan pesanan kami.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

sapa Arjuna pada beberapa orang di dalam. "Weh, Juna. Apa kabar? Sehat, lo? Lama banget nggak kesini." balas pemilik warung. Namanya Bang Tegar. Cowok usia 20-an yang terjebak di tubuh bapak-bapak.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Ipar Ipar Serakah

Ipar Ipar Serakah

Bak orang tanpa dosa datang dengan gaya angkuh dan bossy nya. Aku pun membuatkan sesuai dengan pesanan mereka. Dari ekor mataku, tampak Aulia dan Sri menatap ke sekitaran warungku, lalu tersenyum meremehkan. "Ya ampun, aku kira tuh sekelas rumah makan atau resto gitu. Eh, nggak taunya cuma gubuk begini doang tapi lagaknya bangga banget kayaknya," celetuk Sri menyidir dengan tatapan meremehkan dan menghina.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Kami tak pernah menjual rasa. Kami hanya mengembalikan yang hilang.” Menteri berdiri. Dari saku jasnya, ia mengeluarkan sebuah papan nama kuno. Ia menyerahkannya pada Dimas. Tulisan di papan itu: > “Tempat Terdaftar: Penyeduh Rasa Lintas Alam – WarKoDuBa. Bekerja Sama dengan Kementerian Keresahan dan Lembaga Pengembalian Kenangan.” --- Setelah mereka pergi, warung kembali hening. Tapi rasa di dalam ruangan... terasa hangat.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kesepian

Istri Yang Kesepian

] Seperti yang kuduga, Stephen terpancing. Aku mengiriminya lokasi hotel dan nomor kamar, lalu keluar untuk membeli makan. Ketika sedang berjalan di jalan, tiba-tiba aku melihat sosok yang kukenal di hadapanku. Setelah menggosok mataku dan menatap dengan saksama, aku yakin kalau sosok yang kukenal di hadapanku itu suamiku. Dia bukan sendirian, ada seorang gadis asing bersamanya.
54.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status