Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Can is mine

Can is mine

Baginya kedua perempuan itu ialah mutiara yang harus ia jaga segalanya selain ibunya. "Ih Leo tega sama Tika, Leo jahat!" kesal Tika mencebikkan mulutnya. "Udah Tik, mending kita makan aja gak usah dengarin ucapan Leo ya, " bujuk Aya ketika mereka baru saja sampai di warung nasi Padang, milik si Asep. Kadang mereka suka gak habis pikir dengan si Asep, itu anak keturunan sunda. Emak bapaknya sunda asli tapi jualannya nasi Padang, bahkan lagu-lagu yang paling ia sukai dan kadang suka diputar diwarungnya juga bukan lagu sunda ataupun melayu melainkan lagu-lagu ambon manise. Asli, si Asep ini emang aneh. Kagak jelas kaya susu cap beruang.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Suamiku Tak Tau Aku Punya Rekening

Suamiku Tak Tau Aku Punya Rekening

tuturku. Setelah memberi catatan dan uang pada Mang Asep, keduanya berlalu menaiki becak barang. Aku melambai memberi semangat agar mereka juga semakin rajin kerja. Sehabis Subuh aku gegas membuka warung, merapikan barang di dalam dan mengeluarkan lapak dagang. Tidak lama Mang Asep tiba dengan becak penuh barang belanjaan. Suami istri itu bergerak menurunkan barang.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku jadi Madu

Bukan Mauku jadi Madu

Bikin harinya tambah suram bukan jernih. “Waduh, saking capenya ya teh, jam segini masih tidur.” Pemuda itu tertawa sendiri. Ia malah senang menggoda para pengantin baru. Jiwa jomblonya meronta-ronta setiap kali menyiapkan kamar tamu untuk paket honeymoon. “Kamu siapa namanya?” tanya Salima pada pemuda itu. “Saya teh namanya Asep teh,” jawab Asep sambil menggaruk tengkuknya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Sang Pengaman

Sang Pengaman

Apa yang tengah terjadi? Akhirnya lelaki itu, mengintip dari balik jendela agar dapat melihat situasi di luar kamarnya. "Hmmp, berisik sekali mereka!" ucap Ato, seakan kesal dengan keramayan orang-orang di sekitaran Kontrakannya itu. Setelah api dari Dapur Umum mulai bisa teratasi, akhirnya semua orang langsung di kumpulkan oleh Ibu Asih, Ibu Asih merupakan sang pemilik sekaligus menjabat sebagai sesepuh di tempat itu.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Ia duduk di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu di depan pos satpam lalu membuka tasnya, mengeluarkan kotak makanan berisi beberapa biskuit cokelat. "Bapak mau?" "Wah, boleh. Duh Nak Veli udah cantik baik pula," puji Asep. "Oya, jangan panggil bapak. Panggil saja saya Asep. Saya masih muda kok." Veli mengangguk, memang Asep ini masih muda baru berumur dua puluh tahun. Ia tidak melanjutkan sekolahnya dan hanya lulus SMP. Sambil makan biskuit cokelat, Veli dengan sabar menunggu upacara selesai.
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Baik Tuba Lilin, dan Minak Hijau hanya membisu, sedangkan Pancah Ungu sibuk menjahit luka di lengan Kucul Rinci. “Kenapa aku tak melihat bocah itu? Kemana dia?” “Hahahaha, jangan-jangan dia sudah kalian korbankan untuk elang berkepala sembilan!” Badang terbahak memikirkan hal buruk itu. “Kau! Jaga mulutmu!” “Kami Ashokans dari Tenggara Jauh selalu menjunjung kesetiakawanan, tak seperti kalian berdua yang kejam dan tak tahu adab!”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Ragunan. Usai berjalan-jalan mereka lelah. Jadi kita mencari sebuah warung tenda. Ternyata pecel dan lontong sayur! Masya Allah. Bersyukur, masih ada yang mau berjualan makanan ini, setelah tadi melewati banyak tenda yang lebih memilih berjualan menu western. Pizza, burger, sosis panggang dan sebagainya. Sembari menunggu pecel dan lontong sayur dihidangkan untuk anak-anak dan mbak-mbaknya. Aku menuju toilet umum.
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Tika memberi instruksi pada Reino dan Mike. [Hari ini aku bekerja di luar kantor] Tika mengirim pesan singkat pada Axel. [Jaga dirimu] Tika tersenyum [Baiklah, kau juga] ****** Sebuah restoran steik kelihatan cukup ramai malam itu, hampir tidak ada meja yang kosong. Tim yang terdiri dari tiga orang bernapas lega, karena merasa cukup beruntung masih mendapatkan meja. "Luar biasa, bagaimana bisa seramai ini hari ini? Apa semua orang sedang ingin makan steik?" Tika mengawali pembicaraan.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang

Mereka hanya tahu jika malam ini seorang pria yang begitu kuat dan tak terkalahkan dengan cepat melewati Purgatory Dojo. Siang hari berikutnya, Landon Restaurant. Tigris datang ke restoran sendirian. Dia menemukan tempat duduk dan duduk. Pria itu memesan beberapa lauk pauk dan sebotol bir. Dia tidak makan dan menunggu dengan tenang kedatangan Thomas. Dia sangat yakin Thomas tidak akan pernah meninggalkan para bawahannya yang setia; dia percaya Dewa Perang akan bangkit kembali.
9.23.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140.5K kali sebagai warung asep
Tampilkan Ulasan (432)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Hamidah yang menunggu di kasir merasa kecewa karena mereka Cuma membawa satu baju di tangan. “Cuma itu?” desah Oma dengan wajah cemberut. “Ini sudah cukup, Oma!” sahut Asha dengan lembut. Alea mengangguk kuat di belakang. Pak Asep dan Yusuf, ayah Alea pun juga sudah bergabung, dan masing-masing juga menenteng satu baju. Lagi, wanita tua itu mendesah. Namun begitu, dia tetap meminta pagawai tadi untuk membungkus baju-baju itu. Pukul 22.00 wib mereka pulang ke rumah.
9.643.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai warung asep
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status