Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku
Seolah semesta sengaja mempertemukan, nama mereka dipanggil di pengeras suara:
“Mahasiswa baru, kelas Komunikasi A, harap berkumpul di Aula Utama.”
Mata mereka saling bertemu, sekilas, lalu berpaling lagi.
Tak ada yang tahu, dari pertemuan pertama yang biasa itu, akan lahir ratusan kisah penuh tawa, luka, dan rahasia.
Dan hari itu, Bab pertama dimulai.
Vanya melangkah pelan menuju aula, diary kecil masih digenggam erat di tangannya. Ia sempat berhenti sejenak di depan papan pengumuman, membaca jadwal yang tertempel rapi.
Hot Chapters