Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

balas Cintya pendek. "Mama udah minum obat mama?" tanya Mawar. "Sudah." lagi-lagi Cintya hanya membalasnya dengan singkat. "Oma, lihat tadi aku dapat nilai seratus di sekolah!" Kenzi dengan semangatnya menunjukkan nilai hasil belajarnya kepada Cintya. Cintya tersenyum tipis, "Cucu oma memang pintar." Cintya mengusap kepala Kenzi dengan sayang.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 249 Times as zero two kecil
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

tegas Ameera. “Yo wis, iya, iya, aku panggilnya Meera.” Tatapan Ameera trerfokus pada beberapa buku yang berada dalam dekapan Ayu. “Itu buku apa?” “Oh ini? Ini kitab.” “Buat apa?” Ayu menghela napas. “Kita mau Nadzhoman!” sahutnya. “Nadzhoman apaan?” tanya Ameera lagi. “Nadzhoman itu lalaran.”
108.4K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as zero two kecil
Read
+Library
Cincin Kedua

Cincin Kedua

Gambar sebuah tes pack bergaris dua. Hadduuh Sofian, Sofian.. Lanjut nggak Kakak-kakak??? 😘😘😘😘
105.5K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as zero two kecil
Read
+Library
Derrick: Pendekar Naga Langit

Derrick: Pendekar Naga Langit

Zero tertawa. "Memang benar ini dunia tiruan, tapi manusia yang menghuni dunia ini adalah manusia asli yang merupakan keturunan orang-orang dunia asli yang dikirim ke dunia tiruan ini sekitar 2 ribu tahun lalu." Ujar Zero apa adanya. "Coba ceritakan lebih rinci." Kyle memohon. "Aku hanya tahu bahwa dunia ini tiruan dan ada dunia asli di suatu tempat, itupun aku ketahui dari guruku, aku tidak tahu lebih dari itu, maaf." Zero meminta maaf.
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 789 Times as zero two kecil
Show Reviews (14)
Read
+Library
Pebri Yarman Toni
Novelnya bagus, tapi klw boleh saran narasinya jangan terlalu kaku, percakapannya tolong dibuat semenarik mungkin karena aku baca kebanyakan percakapan antara karakter terlalu kaku dan seakan dipaksakan
RajaFantasi
waduh, saya baca baca komentar pembaca, aku menarik kesimpulan kebanyakan pembaca gak sreg kalau ada teknologi dan cerita detail, tapi gimana ya sudah terlanjur. mungkin di chapter selanjutnya aku usahakan kurangin teknologinya dan juga aku usahain gak berbelit-belit buat narasinya. Semangat...
Read All Reviews
Dua Sisi

Dua Sisi

"Saya belum punya telepon kecil, Om. Lagi pula buat apa saya punya telepon kecil? Kan saya bukan pengusaha?" Embun menjawab jujur. Buat apalah fungsi telepon kecil baginya? "Perlu. Telepon kecil itu disebut handphone. Dengar Embun, di zaman sekarang ponsel adalah salah satu hal yang penting. Misalnya untuk saat sekarang ini. Kalau kamu punya ponsel, kamu bisa mengabarkan pada keluargamu kalau kamu ditinggal oleh teman brengsekmu tadi kan? Nanti sambil jalan, Om akan membelikan satu untuk kamu. Ayo sekarang masuk dalam mobil. Om akan membawa kamu makan sampai kenyang dan tidak perlu bayar."
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 959 Times as zero two kecil
Read
+Library
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Bibir tipisnya bergerak tanpa suara, “Kau kalah.” Aku memang kalah. Aku telah kalah dalam seluruh hidupku, itulah sebabnya sekarang aku tak ingin kalah lagi. Beberapa saat kemudian, layar ponselku menyala. Itu pesan dari Anto. [Hari ini pasti membuatmu merasa tertekan, Elsa. Maaf.] [Setelah semua ini berlalu, aku akan memberimu pesta pernikahan yang megah. Kita akan menikah lagi.]
27.4K viewsCompletedAdded to Library 905 Times as zero two kecil
Read
+Library
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

tanyanya kala melihat banyaknya makanan kecil yang sering dikonsumsi anak-anak. Seketika ucapan Arvin langsung membuat raut wajah Arletta berubah. Wanita itu menjadi sedikit panik. Pasalnya di kantornya yang baru belum ada yang tahu kalau dirinya memiliki anak. Bukan tidak mau jujur tapi permasalahannya adalah kantor di mana Arletta bekerja milik Keevan. Arletta tidak mau sampai ada yang tahu tentang Keanu. Itu yang membuat Arletta berusaha keras menutupi tentang Keanu demi agar tidak terdengar Keevan.
1046.8K viewsCompletedAdded to Library 981 Times as zero two kecil
Read
+Library
Racun Mertua

Racun Mertua

jawabnya ringan. "Satu aja apa udah bisa jatuh, Ke?" "Nggak juga. Ini kan nomer sekiannya. Kalau nomer wahid iya, langsung jatuh" "Yang wahid satunya berapaan?" tanyaku lagi. "Dua juta."
1020.8K viewsOngoingAdded to Library 560 Times as zero two kecil
Read
+Library
My Beloved Bastard (INDONESIA)

My Beloved Bastard (INDONESIA)

Zeros Mobil Fajero sport berwarna hitam mengkilat terparkir di sisi kanan café tempat Jaes dan Zeros melaksanakan meeting naskah novelnya. "Jaes... kau sudah memilik pacar?" "Tidak! aku benci pria!" Jawab Jaes dengan nada cuek. hahahah... "Bukankah tanpa pria hidupmu hampa?" ucap Zeros dengan terkekeh geli. "Sudahlah bos, aku lelah menjadi sosok pengagum senja." "Kau luar biasa, semua kalimatmu penuh dengan kata-kata dramatis.." ujar Zeros sambil menghentikan mobilnya di depan mini market.
910.6K viewsOngoingAdded to Library 403 Times as zero two kecil
Read
+Library
HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

Masing-masing dari mereka memegang ponsel dan berbicara dengan nada antusias. “Kau sudah lihat, malam ini katanya Zero naik ring lagi di Klub Desire!” kata yang satu sambil menatap layar ponselnya. “Iya! Aku sudah lihat cuplikannya di forum! Gilaa, badan, tinggi, bahu lebar, mata, dan tindik di telinganya ... benar-benar seksi. Walau pakai topeng, auranya sudah cukup buat jantungku nyaris copot,” celetuk yang lain sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as zero two kecil
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status