Sang Penguasa Elemental
Gelombang energi hitam dan putih bertabrakan, menembus awan, mengguncang seluruh planet.
Dari arah Paviliun Nhadi, sebuah ledakan menggema. Setelah debu tertiup angin, tampak Axel berdiri di udara.
Rambutnya terurai, matanya bersinar seperti bintang yang hampir meledak. Di tangan kanannya, pedang biru berkilau, Blue Spartan Sword digenggam erat.
“Sudahlah,” ucap Axel datar, suaranya menggema ke segala penjuru. “Pertarungan ini sangat membosankan. Aku akan mengakhirinya sekarang.”
Hot Chapters