Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aksa!

Aksa!

Dan sekarang Aksa datang untuk membalas dendam, karena Arba sudah menyakiti orang yang ia sayang. Aksa langsung berlari cepat ke arah Arba yang sedang duduk di kursinya. Ia loncat lalu mengarahkan sebuah tendangan keras ke wajah tampan laki-laki tersebut. Membuat laki-laki itu langsung terhempas ke belakang. Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Karena Aksa langsung menyerang Arba yang masih tersungkur di lantai dengan keras.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as akar 148
Read
+Library
CERAI

CERAI

ucap nya kesal Reza merasa terhibur dengan ucapan kesal kekasihnya tangannya merapihkan kembali rambut yang telah ia acak. " Nih, udah aku rapihin gak usah ngomel ngomel " ucap Reza sembari menjawil hidung mancung Clara. Cla, apapun nanti yang terjadi ku mohon jangan hapus perasaan mu. tetap seperti ini. Clara yang mendengar itu merasa heran sebab kekasih nya tiba tiba mengucapkan kalimat itu. seolah terjadi sesuatu di belakangnya tanpa diketahui.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as akar 148
Read
+Library
After Akad

After Akad

Ucap Vanta. "So alim lu Ventol, kemarin aja lo hampir cipmtttt". Belum selesai Mawar berbicara mulutnya sudah di bekap oleh Vanta. "Gila tangan lo bau banget Vanta." Kesal Mawar sambil mengelap mulutnya dengan tangan. "Gue abis cebok belum cuci tangan,". Jawab Vanta asal. "Lanjut Maw, tadi lo mau ngomong apa?" Tanya Andin yang penasaran dengan apa yang ingin Mawar katakan.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as akar 148
Read
+Library
Gadis Milik Tuan Mafia

Gadis Milik Tuan Mafia

***Flashback*** "Hore, kue!" teriakan Keinara membuat Akiko segera bergegas menyusul ke ruang utama di mana papanya sedang membuka kotak kue. Dengan senyuman manis, gadis kecil itu datang karena ini adalah hari ulang tahunnya ke 14. Menyadari Akiko yang diam menunggu kotak kue terbuka, Mr. Eloise tiba-tiba menariknya menjauh ke ruangan lain. "Apa yang kau lakukan?" tanyanya.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as akar 148
Read
+Library
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Tidak ada yang lain. Tanpa menunggu satu kata dariku sebagai respon pernyataanya tadi, wanita khimar panjang ceria ini malah menceritakan sendiri perihal kakaknmya. Katanya, Haziq memang tidak banyak bicara dan ebih memilih diam jika baginya pembicaraan itu tidak penting, dengan alasan terlampau banyak bicara maka akan terlampau banyak pula potensi kata salah yang diucapkan.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as akar 148
Read
+Library
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

“Sekarang… aku belum tahu. Tapi aku tidak takut lagi untuk membayangkan.” Glen mengangguk, lalu membuka kotak kecil dari kantong mantelnya. Sebuah liontin berbentuk daun maple, tipis dan sederhana, dengan ukiran kecil: "Forgiven, Not Forgotten." Aruna terdiam saat Glen menggantungkannya di lehernya. “Hadiah kecil,” ujar Glen. “Untuk hari ini. Untuk keberanianmu… memaafkan seseorang yang bahkan tak tahu caranya mencintai dengan benar.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as akar 148
Read
+Library
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

***** Pulau Arak terletak di sisi utara daratan Nirvana Surgawi. Pulau ini merupakan pulau pribadi milik Dewa Mabuk sebagai salah satu dari Dewa Dunia Persilatan. Pulau yang tidak terlalu besar ini cukup indah untuk dijelajahi karena memiliki pegunungan yang sejuk dengan mata air yang rasanya seperti arak yang berfungsi membangkitkan tenaga saat mengeluarkan Jurus Mabuk. Walaupun bisa dengan arak lain tapi kemampuan mata air ini melebihi arak lainnya.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as akar 148
Read
+Library
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

Caraka baru tersadar kalau ia sudah terlalu lama menatap Arka. “Kenapa? Ada yang salah?” Arka melihat lagi penampilannya, barangkali ada noda di bajunya atau sesuatu yang salah dengan bajunya. “Nggak. Nggak ada.” Caraka mendekat, melihat buku yang sedang dibaca Arka. Sebuah majalan arsitektur yang dibawanya dari London. “Ka, kalo kita mampir ke lokasi proyek sebentar nggak apa-apa?”
1023.2K viewsCompletedAdded to Library 580 Times as akar 148
Read
+Library
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

"Arka… kemari. Sentuh bukit Kakak. Remas pelan… iya… seperti itu… bagus… sekarang cubit puncaknya pelan…" Arka menyentuh bukit kembar Kara dengan jari kecilnya, mencubit puncaknya pelan. Kara mengerang lebih keras. "Ya… Arka pintar… Kakak senang…" Orgasme pertama Kara datang cepat. Tubuhnya kejang hebat, cairannya menyembur ke wajah Maya yang masih menjilat di bawah. Kara menjerit panjang, "Aku keluar… ya… banjir… ahhhhh!"
9.8111.6K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as akar 148
Read
+Library
Kaisar Dewa Regera

Kaisar Dewa Regera

Ingatan milik Akara masuk ke dalam pikirannya. Tatapan tajam dari puluhan orang tertuju padanya, pada pemuda berumur 14 an tahun. Mereka berada di atas cekungan raksasa, sedangkan Akara berada di pusat cekungan, berdiri di samping mayat ular terbang raksasa. Amphipthere, ular berkepala naga dan memiliki sepasang sayap lebar, namun tidak memiliki kaki. "Monster!" Kata yang muncul saat mereka terbelalak melihat aura kemerahan di atas Akara, aura naga dengan 3 pola.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as akar 148
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status