Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CERAI

CERAI

ucap nya kesal Reza merasa terhibur dengan ucapan kesal kekasihnya tangannya merapihkan kembali rambut yang telah ia acak. " Nih, udah aku rapihin gak usah ngomel ngomel " ucap Reza sembari menjawil hidung mancung Clara. Cla, apapun nanti yang terjadi ku mohon jangan hapus perasaan mu. tetap seperti ini. Clara yang mendengar itu merasa heran sebab kekasih nya tiba tiba mengucapkan kalimat itu. seolah terjadi sesuatu di belakangnya tanpa diketahui.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as akar 148
Read
+Library
After Akad

After Akad

Ucap Vanta. "So alim lu Ventol, kemarin aja lo hampir cipmtttt". Belum selesai Mawar berbicara mulutnya sudah di bekap oleh Vanta. "Gila tangan lo bau banget Vanta." Kesal Mawar sambil mengelap mulutnya dengan tangan. "Gue abis cebok belum cuci tangan,". Jawab Vanta asal. "Lanjut Maw, tadi lo mau ngomong apa?" Tanya Andin yang penasaran dengan apa yang ingin Mawar katakan.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as akar 148
Read
+Library
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Tidak ada yang lain. Tanpa menunggu satu kata dariku sebagai respon pernyataanya tadi, wanita khimar panjang ceria ini malah menceritakan sendiri perihal kakaknmya. Katanya, Haziq memang tidak banyak bicara dan ebih memilih diam jika baginya pembicaraan itu tidak penting, dengan alasan terlampau banyak bicara maka akan terlampau banyak pula potensi kata salah yang diucapkan.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as akar 148
Read
+Library
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

“Sekarang… aku belum tahu. Tapi aku tidak takut lagi untuk membayangkan.” Glen mengangguk, lalu membuka kotak kecil dari kantong mantelnya. Sebuah liontin berbentuk daun maple, tipis dan sederhana, dengan ukiran kecil: "Forgiven, Not Forgotten." Aruna terdiam saat Glen menggantungkannya di lehernya. “Hadiah kecil,” ujar Glen. “Untuk hari ini. Untuk keberanianmu… memaafkan seseorang yang bahkan tak tahu caranya mencintai dengan benar.”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as akar 148
Read
+Library
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

alu."Kamu kenapa tertawa? ""Pagi buta seperti ini kakak bercerita tentang arwah gentayangan? Apa aku harus percaya? "seloroh Karenina sambil tersenyum simpul."Aku serius, Nin. " H. Bahri kembali meyakinkan Karenina istrinya. Namun bukannya takut Karenina justru memeluk suaminya, mengulum bibirnya dengan penuh gairah. H. Bahri tidak mampu mengimbangi permainan Karenina karena ketakutan belum pergi dari dirinya. Beberapa menit berselang, karena gemas melihat tingkah suaminya yang tidak juga terangsang secepat kilat Karenina membuka bajunya, kini di badannya hanya tinggal bra dan celana dalam saja. Tubuh putihnya nampak menantang dengan payudara yang tegak berdiri. Ia duduk bertumpu pada lut
103.7K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as akar 148
Read
+Library
IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

IKRAR TALAK UNTUKKU ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU

IKRAR TALAK UNTUKKU, ADALAH MAHAR YANG KAU PINTA DARI SUAMIKU 83. PACAR ARCA (Bagian A) POV SAYAKA Badanku terasa sangat kaku dan juga lemas, tanganku terasa nyeri dan seperti ada sesuatu yang tajam yang menusuk pergelangan tanganku. Rasanya tenggorokanku seperti terbakar, aku haus dan ingin minum.
9226.1K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as akar 148
Read
+Library
ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

ISTRI KONTRAK SANG MONSTER

Membuat tubuhnya tersentak-sentak ke atas. “Enghhhh... Shit,” Arka menggigit bahu Naura, menahan miliknya yang terjepit di lembah hangat itu. Membuatnya hilang akal. Pinggulnya bergerak liar, menjejalkan miliknya di liang senggama Naura. Menggali lubang itu hingga ke titik terdalam. Sebut saja ia gila. Lembah itu terlalu rahasia, dibalik kesan merah merekahnya menyimpan sejuta kenikmatan di sana. Lembut, hangat dan sempit menangkup miliknya. Menyambut ramah dengan kedutan-kedutan kecil.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as akar 148
Read
+Library
AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU

AKAN KUTUNGGU - 8 Marah Tatapan Khaisar kian tajam. Terlihat bara kemarahan di matanya kian berkobar. Melihat itu Indra seakan semakin mengejek dengan bercanda penuh keakraban dengan sepupunya. Sengaja menyulut amarah Khaisar. Dan Indra merasa dirinya menang karena bisa membuat Nindiya berpaling padanya. Meninggalkan Khaisar dengan luka yang menganga.
1022.1K viewsOngoingAdded to Library 441 Times as akar 148
Read
+Library
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

Caraka baru tersadar kalau ia sudah terlalu lama menatap Arka. “Kenapa? Ada yang salah?” Arka melihat lagi penampilannya, barangkali ada noda di bajunya atau sesuatu yang salah dengan bajunya. “Nggak. Nggak ada.” Caraka mendekat, melihat buku yang sedang dibaca Arka. Sebuah majalan arsitektur yang dibawanya dari London. “Ka, kalo kita mampir ke lokasi proyek sebentar nggak apa-apa?”
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 594 Times as akar 148
Read
+Library
Kaisar Dewa Regera

Kaisar Dewa Regera

Ingatan milik Akara masuk ke dalam pikirannya. Tatapan tajam dari puluhan orang tertuju padanya, pada pemuda berumur 14 an tahun. Mereka berada di atas cekungan raksasa, sedangkan Akara berada di pusat cekungan, berdiri di samping mayat ular terbang raksasa. Amphipthere, ular berkepala naga dan memiliki sepasang sayap lebar, namun tidak memiliki kaki. "Monster!" Kata yang muncul saat mereka terbelalak melihat aura kemerahan di atas Akara, aura naga dengan 3 pola.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as akar 148
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status