SUMPAH PELAKOR
Suaranya rendah, tapi tajam dan menusuk.
“Haira bisa marah sekarang. Bisa teriak, atau pergi, atau ngamu, jangan dikira selama ini kalau Haira diam, Haira selalu terima semua yang terjadi, tapi tahu nggak kenapa Haira diam?”
Aziz menggeleng pelan.