Demi Pernikahan yang Bahagia
“Lalu… kita mau sampai kapan begini?”
Pria itu menatapnya, mencoba mencari jawaban, tapi tidak ada. Kata-kata yang ingin ia ucapkan tidak pernah cukup. Ia hanya bisa duduk di sana, diam, menyadari bahwa satu-satunya hal yang benar-benar bisa ia lakukan adalah hadir. Hadir, tapi masih terjebak dalam dirinya sendiri.
“Jadi… begini saja?” Yusallia melanjutkan, suaranya lebih rendah, hampir terdengar seperti gumaman. “Kamu datang, duduk di sini, mencoba bicara, tapi tetap tidak bisa?”
الفصول الرائجة