TAK INGIN BERCERAI
Ucapku pelan, sembari meminta izin.
“Gak usah, biarin dia sakit, lebih sakit hati kamu dari pada sakit yang dia alami sekarang.” Jawab Ibuku sambil menuangkan sayur ke piringnya.
“Tapi, Bu..”
“Ya udah terserah kamu, kamu udah dewasa, bisa mengambil keputusan sendiri, bisa tau mana yang baik mana yang gak.” Sambung Ibuku.
Ada rasa kesal di raut wajah Ibuku, beliau pasti telah membenci Mas Galih karena sudah mengkhianatiku.