여기 aku menghamili ibuku와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 aku menghamili ibuku와 같은 이야기는 Lainnya, Romansa 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Aku Mengalah, Mas. Demi Ibumu! 부터 시작해보세요!
jawabku dengan suara tertahan sebab aku sadar di sampingku masih ada Rumi yang meringkuk kesakitan.
"Ibuku bukan orang lain, Dik!"
Ah lagi-lagi Mas Yusuf menyebut ibunya dalam pertengkaran kami.
Bersambung 🌸🌸🌸
Panikku memuncak, tapi ia tetap diam.
Aku melangkah menghampirinya, namun Tria tiba-tiba mendorongku keras hingga aku menabrak vas di samping. Bahuku terasa kebas. Belum sempat aku mengeluh, Tria menatapku dengan amarah dan memerintahku menjauh.
"Lucas, haha keponakan Tante baik-baik. Bahagiakan dia, jangan sampai kamu menyakitinya."
"Pasti, Tante Annette. Saya janji."
****
Terima kasih atas kunjungan para pembaca di cerita singkat "IZINKAN AKU MENCINTAI SUAMIMU". Pada bab ini adalah bab terakhir. Saya selaku penulis meminta maaf jika ending tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Pembaca bisa membaca di karya penulis lainnya:
1. Kupinjam Wajah Istrimu
Di benakku, aku berusaha menyembunyikan kenyataan sebenarnya dari Ibuku, takut akan konsekuensi yang akan dihadapi jika semuanya terungkap.
"Tapi kenapa Nabil mengatakan suamimu memukul mu" reaksi wajah ibuku tak bisa dibohongi kali ini.
BRAKK!
Claire Arden memukul permukaan meja kayu ek dengan kepalan tangannya hingga mengeluarkan suara hantaman yang cukup keras. "Bajingan itu. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kakak angkatku sendiri bisa memiliki kelicikan yang teramat menjijikkan seperti ini di belakang kita semua!"
Sampai Kapanpun, Aku Tetap Milik Ibuku
Bab : 38. Mulai Ngutang
Kulaju motor ini dengan sangat kencang. Entahlah, kemana angin akan membawa hati yang sudah hancur ini. Aku hanya mengikutinya.
Sindy
***
"Kamu memang gak tahu ibuku, tapi dengan kamu pergi dengan papaku, itu artinya kamu telah menganiaya ibuku. Ibuku sedang berjuang dalam sakit di ICU, butuh support dari suami, dan kamu malah enak-enakan. Mau kamu aku penjarakan hah?"
Hamil
"Assalammualaikum!" ucapku di depan pintu. Aku sudah sampai di rumah Bapak dan Ibu sekarang.
"Waalaikumsalam!" sahut suara Ibu dari dalam rumah. Kucium punggung tangan Ibu dengan takzim ketika sudah berhadapan dengan Ibu di depan pintu.
"Bu!" Aku menghambur ke pelukan Ibu. Menangis terisak mengeluarkan perih di hati ini.