Menantu Terkuat Sang Presiden
teriaknya, kali ini lebih keras.
Dua orang sipir masuk ke dalam sel dan langsung menarik pemuda itu dengan kasar. “Cepat keluar, dasar pemalas!” salah satu dari mereka membentak, seraya menyeret tubuhnya keluar.
Pemuda itu ingin melawan, tetapi tubuhnya terasa lemah. ‘Aneh sekali, mengapa kekuatanku tidak bisa dikerahkan? Padahal pusat tenagaku tidak mengalami kerusakan,’ pikirnya sambil menganalisis kondisinya. Ia termenung sejenak, hingga tiba-tiba serangkaian ingatan asing melintas di benaknya. Wajahnya berubah. Dari yang awalnya terlihat polos dan bingung, kini sorot matanya menjadi tajam dan menyeramkan.