Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU 40 "Aku kenapa?" "Maagh akut. Dasar bodoh, siapa suruh kau minum kopi saat perutmu kosong!" Aku terbangun di ranjang rumah sakit, ruangan IGD. Mami Niki mengomel panjang pendek karena itu artinya aku tak bisa mencari uang malam ini. "Kita pulang saja, tak perlu dirawat. Kau tahu biaya rumah sakit itu selangit," ujar Mami sambil berlalu meninggalkanku.
1091.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

Rena berbalik, "Ya, tidak bagus saja mandi malam-malam, bisa asam urat katanya. Aku mandinya cepat kok, makanya Mas buruan!" Astaga, Noah kira mereka akan membuka malam ini dengan gulungan ombak asmara pasangan yang baru menikah, tidak tahunya disuruh mandi karena takut asam urat. Noah benar-benar menikah dengan bocah kali ini, dia lepas kemejanya, mengambil kimono berbahan satin hingga lekuk tubuhnya terlihat sempurna. Duda 34 tahun memang hot, begitu yang Rena dengarkan dari Heti, terlebih lagi masih baru sekali menikah, masih suka-sukanya bermain di atas ranjang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

"Nggak usah kemana-mana! Itu kamu tolong temani Angga tidur! Aku mau ketemu sama orang yang punya rumah. Kemungkinan besar besok kita sudah pindah rumah,'' sahut Mila. "Pindah kemana?" "Nggak usah banyak tanya! Kamu di rumah saja! Biar Nggak makin parah penyakit nya. Nanti yang repot juga aku lagi." Mila yang sudah berpakaian rapi bersiap untuk pergi.
16.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Mendadak dipinang Ustaz Idaman

seru Chacha panik, sembari menarik pergelangan tangan suaminya menuju ruang tengah, lalu sibuk mengambil kotak P3K. “Kakak ipar, bang Birru tadi sempat ada insiden kecil tapi aman, kok. Tolong dibantu diobati, biar nggak makin bengkak, nanti wajahnya jelek nggak laku lagi,” seru Agam cekikikan. Lantas pergi meninggalkan pasutri itu mengatasi suasana canggung berdua. ***
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

Menyudahi pembicaraan yang akan terus membuat hatinya sakit. “Kalau lo nggak tahan gue, gue udah tampar tuh muka belagu Amanda! Sumpah! Bule gila!” Mili duduk di bangkunya. Seketika dia menutup hidungnya dengan tangan. “Eh, bentar, lo bisa cium bau nggak enak, nggak, Kar? Kok gue kecium ya? Amis gitu dan kayak bau apa gitu. Ugh..”
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Terjerat Gaya Hidup

Terjerat Gaya Hidup

kata Tika semangat promosikan cream wajahnya “Ya Ampun...2 juta untuk 1x perawatan, dari mana Aku bisa punya uang segitu banyak, tiap bulan aja kurang” desis ku pelan Tiba-tiba ponsel ku berdering, kulihat nama anakku disana “Assalamualaikum sayang, kenapa?mama masih di tempat senam” “Waalaikumsalam...Ma, kakak udah didepan pintu rumah nih tapi ga bisa masuk karena kuncinya di bawa mama senam” gerutu Amanda pada ku
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Fira membuka suara sambil mengelap permukaan meja dengan tisu. "Harusnya kau ingat berapa hari di rumah sakit, jangan sembarang makan! Asam lambungmu bisa naik lagi lantas maagmu kambuh!" "Eh," Bu Bila terkejut. Ia merasa baru saja mendapat mimpi indah, seperti melihat air terjun di padang gurun, seperti menerima gaji tunjangan di hari raya, seperti diisinya rahim dengan janin oleh pencipta setelah bertahun-tahun lamanya kosong. "Ibu tak salah dengar?"
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Dengus Dewi tajam seperti racun yang menggerogoti tulang. “Mami, aku cuma mau ambil barangku, cuma itu.” Amora berkata dengan nada suara rendah. “Berani-beraninya kau panggil aku mami!” PLAK! Tamparan kedua lebih keras lagi. Bibir Amora pecah. Darah merembes dari sudut mulutnya. Tapi dia tidak menangis. Matanya malah makin nyala. Lalu dengan nada berpura-pura iba, Miranda mendekat. “Kasihan sekali kamu. Lihat Mi, dia baru keluar dari rumah sakit, pakai kursi roda pula. Mami nggak kasihan?”
9.897.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Karena Utang, Dinikahi Sultan

Karena Utang, Dinikahi Sultan

“Kenapa?” “Aku… alergi … udang… susah napas.” Suara Amara terputus-putus. Wajah Arga langsung berubah. Ia menangkap tubuh Amara yang limbung, lalu membopongnya ke kamar dan meletakannya di sofa. “Bodoh! Sudah tahu alergi masih dimakan juga.” Arga yang sedang mengganti celananya bersungut-sungut, pria itu panik.
8.269.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

“Oh ya, nanti paman sekalian bilang. Lagipula lama-lama paman mulai terbiasa dengan gangguan disini. Kita tak boleh mwrasa takut terus, ingat! Kita disini mau memperbaiki nama baik kakek dan nenek kita, ok?!” Sementara itu, aku yang sedang mencuci piring di dapur, mendengar samar-samar suara paman Agung yang sedang berbincang melalui telepon, karena dapur ini tepat bersebelahan dengan kamarnya, tanpa menguping pun.. Suaranya pasti akan terdengar. “Rumahnya Mbah Duro di mana? Biar saya samperin aja dan jemput sekalian. Tapi dia jago kan ngusir setannya?”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status