Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

"Kita tukar kontak WhatsApp saja. Nanti aku kirim resep obat penahan itu, kamu beli sendiri di apotek." "Baik!" Setelah bertukar kontak, Xamira bahkan memberi catatan khusus pada nama Ryan, lalu mengantarnya turun. "Bu Xamira, nggak perlu repot, aku turun sendiri saja." Ryan berdiri di depan pintu, lalu tiba-tiba menoleh dan berkata dengan serius, "Oh ya, aku menduga isi Kuman Thong itu sebenarnya bukan abu tulang anak, tapi bubuk Anggrek Kabut. Jadi kamu nggak perlu merasa takut atau pantangan apa pun, cukup cari tempat dan kubur saja. Kalau kamu takut, aku juga bisa bantu mengurusnya."
10109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Suamiku

Ranjang Panas Suamiku

"Ini hanya luka gores, tidak perlu ke rumah sakit." "Tapi tetap saja luka, sekecil apapun akan meninggalkan infeksi serius." Agnira menarik napas dalam. Dia mendelik dan memilih diam daripada beradu argumen dengan pria seperti Sambara. Berdebat akan terasa sia-sia bila lawan bicaranya adalah pria otoriter ini. "Bisakah kita ke rumah sakit Kenan?" pinta Agnira pelan.
1090.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Gairah Panas Atasan Mantan

Gairah Panas Atasan Mantan

Jam menunjukkan pukul 23.00 ketika suara barang-barang dibanting menggema di rumah besar keluarga Atmaja. Bukannya suasana tenang karena semua penghuni rumah tertidur, malah terdengar keributan dari ruang tengah. Andika yang baru saja pulang, langkahnya sempoyongan, mata merah, dan aroma minuman keras masih menempel di bajunya. Tapi sebelum sempat duduk, Miranda sudah terus mencecarnya dengan wajah merah dan mata melotot.
10114.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

"Kenapa isi kepala orang di rumah ini sama semua? Bahkan kata-kata mereka mirip sekali. Dasar keluarga gila!" Apakah diam akan menyelesaikan masalah? Tidak. Elena akan makin menjadi-jadi. Amira sebenarnya adalah wanita yang sedikit bar-bar dan mudah terpancing emosi. Telinganya perih, dadanya berdenyut sakit. Riasannya tidak terlalu aneh—hanya berbeda dari biasanya. Amira meraih sendok di meja makan dan melemparkannya dengan keras. Bunyi nyaring dari sendok yang jatuh memecah keheningan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

"Mama pasti curiga berat kalau kita lama banget buka pintunya!" Lantaran waktu yang kian menipis, Adrian memberikan instruksi tegas. "Kamu lari ke kamar mandi dalam klinik sekarang juga. Itu satu-satunya cara supaya situasi kita kelihatan wajar." "Aku harus ngapain di dalam sana sendirian?" tanya Amara dengan raut bingung yang nyata. "Pura-pura aja kamu lagi mual hebat sehabis periksa," jelas Adrian dengan tempo bicara yang sangat cepat. "Obat penyubur racikanku kadang emang kasih efek mual parah buat pasien."
10102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Brak! Suara pintu yang dibanting menggema di apartemen kecil itu, memutus sisa kehangatan yang tadi ada. Aira membeku di tempatnya, napasnya tertahan tanpa sadar. Udara terasa mendadak berat, dan untuk pertama kalinya malam itu, ia benar-benar kehilangan kata-kata. Aira baru sadar Adrian masih duduk di sana saat kursinya berderit pelan. Suara kecil itu terasa lebih keras dari seharusnya di tengah hening yang tersisa. Ia menoleh, sedikit kaku.
10694 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Patriark

Kebangkitan Sang Patriark

Kak Mayang menjaga posisi di mana dia bisa menguping pembicaraan mereka. "Gimana keadaan Adrian? Dia nggak punya gangguan mental, 'kan?" Kamila sangat khawatir, sehingga dia pun langsung bertanya. "Dia nggak punya gangguan mental. Mungkin dia cuma sedang mengalami tekanan yang besar. Kalian jangan beri dia tekanan yang lebih besar lagi, nanti dia bisa mengatasinya sendiri. Emosinya memang berubah-ubah, kadang nggak bisa menghindar untuk bertindak impulsif. Kalau dia mau mendengarkanmu dan mau minum obat, aku bisa meresepkan obat penenang untuk membantu menenangkan pikiran dan meredakan kecemasannya."
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Suamiku Menjadi Sultan

Suamiku Menjadi Sultan

Akan tetapi, tidak enak rasanya kalau ribut di rumah orang lain, nanti Mita mendengarnya dan malah terjadi kesalah pahaman. "Gak apa-apa, Bang. Aku hanya gak enak badan saja." Bang Agam langsung menyentuh dahiku, raut wajahnya sangat khawatir. Melihatnya seperti ini, rasanya tidak mungkin dia berpaling. "Gak panas, kok. Yasudah, kamu istirahat aja. Biar aku kerja sendiri. Kamu lihatin aja dari sana." Bang Agam menunjuk kursi besi yang ada di taman.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Kasih Putih

Kasih Putih

ucap Clarita yang merasa aneh dengan Audrey. "Aku mau ke rumahnya, tapi takut ketemu sama suaminya yang arrogant itu. Aku khawatir banget sama Kak Audrey," ucap Clarita lagi sambil menggigit kukunya. Kalau sedang bingung dan khawatir, Clarita mempunyai kebiasaan menggigit kukunya. Memang terlihat aneh dan sedikit jorok kalau orang-orang melihatnya. Tapi itu sudah menjadi kebiasaan Clarita yang sulit dihilangkan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

Kursi pesakitan, merekam segala kesedihan, kesakitan dan penderitaan. Kedua tukang pukul itu lantas menutup pintu kamar dan menguncinya dari luar. Membiarkan Amira yang masih tergeletak lemas di lantai. Terdengar ada sedikit percakapan mereka, sesaat sebelum meninggalkan Amira. "Cepat Kau ke rumah Mami Merry, beri tahu, jika gadis yang bikin dia susah, sudah kita dapatkan."
1037.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai amigdala kukira kau rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status