Rahasia Sang Dokter
“Yaudah, Mak pamit dulu ya, Mbak?”
Hanya anggukan dan senyum tipis yang Aline gunakan sebagai jawaban. Ia menatap sosok paruh baya itu menuruni anak tangga, hingga kemudian tubuh itu menghilang dari pandangan Aline. Mata Aline kini tertuju pada nampan di tangan. Ada sepiring nasi goreng, telur ceplok, segelas jus entah jus apa, yang jelas di hidung Aline, ia seperti mencium bau wortel. Dan lagi, ada satu benda yang sangat menarik perhatian Aline. Bukan makanan, karena benda itu adalah sebuah amplop putih yang terselip di antara nampan dan gelas jusnya.
Bab Populer