Tarif Cinta Sang Pria Perkasa
Anne menarik Aarick duduk di kursi kosong sebelahnya, tanpa peduli kalau kursi itu sebenarnya sudah ada kartu nama orang lain.
“Kamu duduk di sini saja, urusan lain biar aku yang bertanggungjawab,” kata Anne sambil menuang air putih ke gelas Aarick. “Serius deh, kamu kelihatan tegang banget. Biasanya kan auranya cuma dingin, sekarang seperti orang yang… mau berkelahi, tidak bisakah kamu sedikit lebih rileks?”
Aarick mengangkat satu alis. “Aku gak bisa bermuka dua, inilah wajah asliku, suka tidak suka akan langsung terlihat.”
Hot Chapters