Obsesi Sang Penguasa
Dia juga menerima satu amplop denga nisi yang sama, namun dengan tulisan berbeda: ‘Kita lihat, seberapa kuat kamu melindunginya.
Matanya menggelap, namun senyum tipis muncul digaris wajahnya yang tegas. Tak terasa, kedua tangannya sudah terkepal kuat.
“Bos, ini bukan serangan wilayah,” ujar Rival.
“Temukan siapa yang bocor,” perintahnya. “Saya menginginkan kepalanya,” kata Byakta dengan senyum misteriusnya.
Rival mengangguk, dia membuka ponselnya sebentar. “Sudah dicurigai satu nama,” jelasnya, seraya menyalakan layar CCTV dari Noctis Row semalam.
Hot Chapters