Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan
Raut wajahnya lantas cemberut.
“Qiqi, maafkan aku karena merusak barang pemberianmu. Aku berjanji akan memperbaikinya nanti.”
Zhen Ming berbicara seakan Mei Anqi masih hidup saja.
*****
Kota Dojung.
“Ambilkan air, kain bersih, dan minuman! Cepat, cepat, kalian harus bergegas!”
Jeritan melengking memenuhi bangunan rumah tradisional berlantai dua itu. Di susul suara tangisan kesakitan dan seruan panik orang lain.