Cacian Keluarga SuamiKu
Mereka duduk berdua di dekat jendela besar, menatap langit malam yang penuh bintang.
“Ayu,” kata Arthayasa pelan.
“Hm?”
“Terima kasih… sudah memilih aku, meski jalannya penuh bahaya.”
Ayudia menoleh, menatapnya dalam. “Dan terima kasih juga… sudah tetap mencariku, bahkan ketika aku hampir menyerah. Kalau bukan karena kamu, aku mungkin tidak pernah tahu apa artinya pulang.”
Arthayasa meraih wajahnya, lalu mengecup keningnya dengan penuh kasih. “Aku janji, Ayu… apapun yang terjadi, kamu nggak akan pernah sendirian lagi.”
ตอนยอดนิยม