Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Seorang pegawai apotek menghampiri dan bertanya sopan. Afkar menunjuk kapsul Cahaya Hati dan bertanya, "Obat ini kalian dapat dari mana? Setahuku, di Kota Nubes belum ada agen resmi untuk obat ini, 'kan?" Afkar merasa marah melihat harga yang tidak masuk akal, sekaligus curiga apakah obat tersebut asli atau palsu. Sebelum pegawai tersebut sempat menjawab, tiba-tiba terdengar suara tawa yang keras.
9.51.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 30.7K Beses bilang apotek cahaya ibu
Ipakita ang mga Review (92)
Read
+Library
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Basahin ang Lahat ng Review
KUJUAL KEGADISANKU DEMI IBU

KUJUAL KEGADISANKU DEMI IBU

Namun, dia ingat kondisi Ibu di sebelahnya, dan kondisi pasien yang juga berada di ruangan ini. "Mbak, keluarganya Bu Lastri? Ini resep obat yang harus dibeli untuk hari ini," ucap suster dan memberikan lembar resep. Rena menerimanya dengan berat. Walau begitu dia langkahkan juga kakinya menuju apotek. Setelah antre beberapa saat, akhirnya nama Lastri dipanggil. Rena segera mendekat ke loket. "Totalnya, empat ratus tiga puluh lima ribu, Mbak," ucap petugas apotek.
9.8103.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.6K Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Desahan Madu Suamiku

Desahan Madu Suamiku

"Syukurlah. Silvia senang mendengarnya. Kalau begitu, ini jamu buat Ibu aja." "Oh, saya nggak minum jamu seperti itu. Soalnya saya lagi program hamil, jadi tidak meminum jahe yang panas dan juga tidak baik untuk saya ini," tolak Cahya. " Oh, baiklah." Cahya melihat ada sedikit rasa kesal dari sorot mata asistennya, akan penolakan yang ia lakukan. namun ia sengaja melakukannya dan berhasil membuat asistennya itu tahu diri dan tahu jabatan dan kedudukannya di rumah ini. Berani menjadi madu, maka dia harus siap diberikan racun oleh sang ratu.
20.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 769 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Ia ingat di meja berisi tumpukan boneka itu ada mainan berbentuk beruang yang bisa menyala. Klik! Risa menekan tombolnya dan teranglah dengan remang-remang kamar bayi itu. Ia duduk di tepi ranjang sambil tangannya masih memegangi ponsel Risa yang ia jadikan penerang tadi. Lisa menarik nafas panjang. Tangannya bergerak dengan ragu mengetikkan kode masuk ponsel kakaknya itu. 112212 Muncullah wallpaper keluarga bahagia yang kalau dipikir-pikir sekarang sungguh miris karena sangat kontra dengan kondisi aslinya.
611.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 366 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

Marcel terpana mendengar penjelasan orang-orang di depannya. “Tapi ... kenapa kalian berada di sini?” tanya Marcel bingung. “Mereka mengurung kami, setelah kemampuan kamu diketahui mereka ... keahlian meracik obat akan menjadi manfaat besar untuk mereka ...” jawab ibu itu terbata-bata. “Meracik obat ...?” “Ya, asal kamu rutin berlatih meracik di lab bersama guru ahlinya!” sahut pria di samping wanita itu. “Marcel, aku ayahmu. Senang melihatmu masih bertahan sampai sekarang ....”
8.312.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 247 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

“Sekarang, coba buka pelan-pelan, ya, Bu.” Aku menoleh ke arah Mas Hada, menggenggam lembut jemarinya. Aku yakin, dia juga tengah menunggu hari ini cukup lama. Perlahan Ibu membuka kelopak matanya sebentar, lalu kembali ditutupnya. “Kenapa, Bu?” tanya dokter itu. “Saya ... hanya melihat cahaya putih, Dok.” Dokter itu tersenyum. “Coba lagi, Bu. Pelan-pelan saja, ya.”
913.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 405 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Pesona Ibu Kos Kesayanganku

Pesona Ibu Kos Kesayanganku

balas Andi. "Maaf, ee tepat pakaian pria di mana ya? Tolong dong carikan yang cocok buat calon suami saya," tanya Mbak Maya kepada pelayan toko. "Calon suami? Wah ternyata pria itu calon suaminya. Gak salah lagi pria itu pasti memakai pelet," lagi-lagi suara bisikan terdengar. Tapi kali ini Andi tak memperdulikannya lagi.
3.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Memakai baju yang sebelumnya ia kenakan, entah mengapa kali ini ia merasa lebih begitu segar dari sebelumnya. Badannya tak terasa letih meski sudah melakukan perjalanan jauh. Sungguh ibu benar-benar membuatnya merasa tenang dan nyaman. "Setelah ini jangan kau pakai dulu pelet tersebut, jangan membahaya kan diri mu lagi, turuti perintah ibu.". Kata sang ibu " tidak Bu, lagi pula aku sudah selesai menstruasi bulan ini. Akan ku lanjut kan bulan depan lagi" jawab Sumi meyakin kan
10518 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

Bunda … Cahaya pasti akan kangen banget sama Bunda. Oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Namaku Cahaya Andini, nama Ayahku Roni, nama Bundaku Dewi. Kalian pasti mengenal mereka kan? Usiaku sebenarnya sudah lima belas tahun. Aku sudah kelas sepuluh loh di tahun ajaran ini, tapi … karena wajahku yang imut dan sifatku yang 'katanya' manja, banyak yang menyangka usiaku masih dua belas atau tiga belas tahun hehe. ★★★KARTIKA DEKA★★★
4.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 127 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

"Apa kabar pak, Bu. Perkenalkan saya Welda" "Saya Brata Bu dokter dan ini ibu saya." Brata memperkenalkan diri "Ok, ibu Cahaya ya?" "Iya, saya Bu dokter" "Bisa kita berbincang sebentar?" "Loh kok sama saya, yang sakit itu kan anak saya Brata. Dia yang harus di obati agar terlepas dari wanita jahat itu" " Iya Bu, tapi sebelumnya saya mu berbincang dengan ibu" Dr Welda begitu sabar menghadapi Cahaya.
7.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 284 Beses bilang apotek cahaya ibu
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status