Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desahan Madu Suamiku

Desahan Madu Suamiku

"Syukurlah. Silvia senang mendengarnya. Kalau begitu, ini jamu buat Ibu aja." "Oh, saya nggak minum jamu seperti itu. Soalnya saya lagi program hamil, jadi tidak meminum jahe yang panas dan juga tidak baik untuk saya ini," tolak Cahya. " Oh, baiklah." Cahya melihat ada sedikit rasa kesal dari sorot mata asistennya, akan penolakan yang ia lakukan. namun ia sengaja melakukannya dan berhasil membuat asistennya itu tahu diri dan tahu jabatan dan kedudukannya di rumah ini. Berani menjadi madu, maka dia harus siap diberikan racun oleh sang ratu.
21.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 775 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Iparku Menjadi Ibu Susu Anakku

Ia ingat di meja berisi tumpukan boneka itu ada mainan berbentuk beruang yang bisa menyala. Klik! Risa menekan tombolnya dan teranglah dengan remang-remang kamar bayi itu. Ia duduk di tepi ranjang sambil tangannya masih memegangi ponsel Risa yang ia jadikan penerang tadi. Lisa menarik nafas panjang. Tangannya bergerak dengan ragu mengetikkan kode masuk ponsel kakaknya itu. 112212 Muncullah wallpaper keluarga bahagia yang kalau dipikir-pikir sekarang sungguh miris karena sangat kontra dengan kondisi aslinya.
611.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

Marcel terpana mendengar penjelasan orang-orang di depannya. “Tapi ... kenapa kalian berada di sini?” tanya Marcel bingung. “Mereka mengurung kami, setelah kemampuan kamu diketahui mereka ... keahlian meracik obat akan menjadi manfaat besar untuk mereka ...” jawab ibu itu terbata-bata. “Meracik obat ...?” “Ya, asal kamu rutin berlatih meracik di lab bersama guru ahlinya!” sahut pria di samping wanita itu. “Marcel, aku ayahmu. Senang melihatmu masih bertahan sampai sekarang ....”
8.312.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

“Sekarang, coba buka pelan-pelan, ya, Bu.” Aku menoleh ke arah Mas Hada, menggenggam lembut jemarinya. Aku yakin, dia juga tengah menunggu hari ini cukup lama. Perlahan Ibu membuka kelopak matanya sebentar, lalu kembali ditutupnya. “Kenapa, Bu?” tanya dokter itu. “Saya ... hanya melihat cahaya putih, Dok.” Dokter itu tersenyum. “Coba lagi, Bu. Pelan-pelan saja, ya.”
913.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Kos Kesayanganku

Pesona Ibu Kos Kesayanganku

balas Andi. "Maaf, ee tepat pakaian pria di mana ya? Tolong dong carikan yang cocok buat calon suami saya," tanya Mbak Maya kepada pelayan toko. "Calon suami? Wah ternyata pria itu calon suaminya. Gak salah lagi pria itu pasti memakai pelet," lagi-lagi suara bisikan terdengar. Tapi kali ini Andi tak memperdulikannya lagi.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Memakai baju yang sebelumnya ia kenakan, entah mengapa kali ini ia merasa lebih begitu segar dari sebelumnya. Badannya tak terasa letih meski sudah melakukan perjalanan jauh. Sungguh ibu benar-benar membuatnya merasa tenang dan nyaman. "Setelah ini jangan kau pakai dulu pelet tersebut, jangan membahaya kan diri mu lagi, turuti perintah ibu.". Kata sang ibu " tidak Bu, lagi pula aku sudah selesai menstruasi bulan ini. Akan ku lanjut kan bulan depan lagi" jawab Sumi meyakin kan
10615 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

Bunda … Cahaya pasti akan kangen banget sama Bunda. Oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan diriku. Namaku Cahaya Andini, nama Ayahku Roni, nama Bundaku Dewi. Kalian pasti mengenal mereka kan? Usiaku sebenarnya sudah lima belas tahun. Aku sudah kelas sepuluh loh di tahun ajaran ini, tapi … karena wajahku yang imut dan sifatku yang 'katanya' manja, banyak yang menyangka usiaku masih dua belas atau tiga belas tahun hehe. ★★★KARTIKA DEKA★★★
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

"Apa kabar pak, Bu. Perkenalkan saya Welda" "Saya Brata Bu dokter dan ini ibu saya." Brata memperkenalkan diri "Ok, ibu Cahaya ya?" "Iya, saya Bu dokter" "Bisa kita berbincang sebentar?" "Loh kok sama saya, yang sakit itu kan anak saya Brata. Dia yang harus di obati agar terlepas dari wanita jahat itu" " Iya Bu, tapi sebelumnya saya mu berbincang dengan ibu" Dr Welda begitu sabar menghadapi Cahaya.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Istri Figuran CEO Arrogant

Istri Figuran CEO Arrogant

Jarak mereka hanya sepuluh menit, tetapi seakan memisahkan langit dan bumi. Saat melewati sebuah supermarket kecil, Cahaya meminta Galaxy untuk berhenti. Dia turun sendiri dan kembali beberapa saat kemudian dengan sebuah kotak kardus yang tak terlalu besar. “Apa yang kamu beli?” tanya Galaxy, keluar dari mobil dan mengambil kotak itu, meletakkannya di bagasi. Kotaknya terlihat besar tapi ternyata ringan. “Humidifier,” jawab Cahaya, “Ayahku belakangan ini sering batuk.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Berjalan memasuki sebuah bangunan yang sangat mirip dengan sebuah klinik kesehatan. "Tolong baringkan ibunya di sana!" perintah salah seorang perempuan beseragam perawat sambil jarinya menunjuk sebuah brangkar di sudut ruangan. "Mari Pak, biar saya priksa adiknya dan Bapak!" lanjutnya. Yasid pun hanya mengangguk pasrah dan terdiam. Matanya terus saja menatap istrinya, mengawasi seorang perawat yang sedang memasang jarum infus di lengan kiri Masyitah. Ada rasa takut yang meliputi dirinya, ia tidak sanggup untuk kehilangan lentera dalam kehidupannya, setelah ia kehilangan dua lentera--Fatimah dan Umar.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status