Istriku Teman Anakku
Aldi lalu menutup ponselnya dan pergi dari kafe ini.
“Siapkan uang dalam pecahan 100, mata uang dolar amerika, senilai 100 miliaran kurs, besok pagi antar ke apartemenku!” telpon Aldi pada anak buahnya di kantor.
Aldi pulang ke apartemennya dan kini dia ambil senjata berizinnya di tempat khususnya.
“Jangan salahkan aku Laura, kali ini aku tak beri ampun kamu lagi!” dengus Aldi sambil duduk termenung di balkon apartemennya, berkali-kali dia menghela nafas panjang.