PAMANKU SUAMIKU
'' pekik Ardan ketika melihat Aruna meringkuk dengan punggung bersandar di tembok rumah.
Aruna duduk sambil memeluk kedua kakinya, membenamkan kepalanya di antara lututnya, sendirian di kegelapan malam. Di belakang rumah yang jelas sepi, sunyi, dan senyap dengan lampu LED yang hanya sepuluh watt. Menatap beberapa meter ke penjuru yang lebih luas, yang tentu terlihat lebih menyeramkan, yang bisa membuat bergidik ngeri karena hanya ada cahaya temaram dari bias-bias lampu di sekitarnya.
''Allahu akbar, Aruna...'' pekik Ardan dengan nada gemas, ''Lu ngapain?!'' seru Ardan bertanya, melihat istri kecilnya yang langsung gelapan saat melihatnya.
Hot Chapters