Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hal ini berbanding terbalik dengan Aryo yang memiliki tujuh istri dengan masing-masing memiliki anak. Setelah pentas gamelan dan tarian tanduk majeng yang menggugah semangat usai digelar di tengah alun-alun, acara panen desa resmi ditutup dengan tembakan meriam bambu tiga kali ke udara. Suara letusan menggema hingga ke kaki bukit Kali Bening. Raka, mengenakan jubah biru langit dengan bordiran lambang padi dan matahari, berdiri tegak di atas panggung rakyat.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Hidung mancungnya terus mengendus udara yang dipenuhi polusi knalpot demi melacak jejak aroma cengkeh pembakar jiwa. Terdengar alunan musik dangdut koplo berdebar nyaring dari sebuah warung kelontong kecil di pinggir jalan raya. Seketika itu juga, mata liar Arya menangkap deretan kotak kecil berwarna-warni yang dipajang rapi di dalam etalase kaca. Berkat penciuman setajam serigala lapar, dia langsung mengenali aroma tembakau pekat dari tumpukan kotak tersebut. Segera ditariknya langkah besar merangsek masuk ke dalam warung reyot yang beratapkan seng berkarat itu.
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Berbagai macam barang seni ada di sana. “Itu, miniatur Garuda Wisnu Kencana yang ada di Bali?” tanya Diara takjub. “Benar, kami meminta pemrakarsa GWK untuk membuatkan versi mini dari ikon Bali tersebut,” papar Gita membuat Diara mengerjapkan matanya. “Semua karya seni yang kami beli, atau yang kami dapatkan dari hadiah, akan diletakkan di sini, di seleksi, dan dirawat,” terang Gita.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
IZINKAN AKU MENDUA

IZINKAN AKU MENDUA

Maka saat tangannya sudah mulai memberi kode, aku segera membawanya ke dalam kamar kami. Rumah Pak Nugi di Jakarta ini tak kalah megahnya dengan rumahnya di Jayapura, di sini pun ada beberapa ART yang akan selalu siap melayani Dewi jika ia sedang di Jakarta. Bik Inah, ART yang paling senior di rumah ini tersenyum malu-malu dan buru-buru menundukkan pandangannya ketika berpapasan denganku yang tengah memapah Dewi yang semakin liar menjamah tubuhku ke dalam kamar.
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

Sementara bagian wuwungan ditutup dengan belahan bambu panjang berukuran besar. Tak jauh dari pintu masuk, tampak Arya Mandura dan Palasara sudah berdiri menunggu. Bersama mereka empat prajurit bersenjata tombak yang berdiri di kedua sisi pintu masuk. Melihat kedatangan Rakryan Tumenggung, mereka semua langsung menghaturkan sembah. "Gusti Tumenggung, silakan," kata Arya Mandura yang masih membungkukkan badan, sembari menunjuk ke arah bangunan menggunakan jempol sementara tangannya terkepal di depan perut.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

[BAGIAN; DI UJUNG NAPAS YANG TERCEKAT] Dalam satu detik yang terasa begitu lama, Dirga menelan salivanya menatap sosok Arta yang kini baru saja menjatuhkan mayat Cuna di hadapan Jane dan Putra. Pemuda itu menahan napas sejenak, mencoba sekeras mungkin untuk mengabaikan apa yang dia lihat. Dirga lalu kembali mengalihkan atensinya ke arah Kendari ⸺mendapati wanita itu sedang terdesak dengan Gilang yang sedang mencengkeram belakang kepalanya⸺ dan dengan segera meloncat terbang hendak meninggalkan Dewiana jika saja wanita itu tidak dengan cepat menusuk lehernya menggunakan tongkat putih bercorak biru tersebut, lalu menjatuhkan pemuda itu, membuat wujud Barong Dirga jatuh ke menghempas kolam raks
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kata Anton Pak Ardi yang sudah tidak peduli dengan jalan yang harus dia tempuh demi menggapai cita-citanya, langsung menjawab dengan sangat antusias. “Kalau memang itu jalan keluarnya, aku ikut,” Kata Pak Ardi dengan sedikit bersemangat. “Kita akan melakukan ritual Di, ritual dengan para makhluk di suatu gunung di selatan, ritual yang bernama kandang bubrah. ” *** Kandang bubrah, mungkin bagi sebagian orang yang tidak bersentuhan dengan hal-hal yang gaib tidak akan mengetahui hal ini, karena ritual ini adalah ritual yang jarang terjadi sekarang.
9.8683.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.8K kali sebagai arti wayang gunungan
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

ujar Gaek Lungga. Kamis petang Jum’at tepat lima hari setelah peristiwa pemukulan yang dilakukan Gani, Ardi melakukan ritual pertamanya, dia duduk bersila di dalam goa menghadap piring kaleng tempat menaruh bara untuk membakar kemenyan. Tengkorak kepala Dewi yang bolong pada bagian kening diletakkan dalam air rendaman bunga bercampur jeruk purut, pada jari tengah tangan kanan dan kiri Ardi tersangkut benang pengikat gasing.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Masih Tentangmu - Hanya Mantan Oleh-oleh dari Gama diletakkan begitu saja di meja makan oleh Dea. "Untuk Mbak Sri, ya," kata Dea pada seorang wanita setengah baya yang menjadi ART di rumah orang tuanya. "Dari mana ini, Mbak?" Mbak Sri menghampiri meja dan melihat isi paper bag. "Siapa yang dari Tawangmangu?"
10139.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai arti wayang gunungan
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
nana
kisah ttg orang² yg berjiwa besar . bagaimanapun memaafkan itu leh indah drpd mendendam.. sangat menginspirasi dlm menyikapi mslh dlm rumahtangga.. salut dgn nadia yg begitu penuh perhitungan dlm menyikapi suaminy yg melakukan kesalahan
Ummu Syarifah
Jatuh cinta dengan karya kak Lis yang satu ini, part awal sudah dibuat up and down. Alur, twist, plot tertata dengan bagus membawa pembaca masuk ke dunia cerita. Seperti cerita Bara dan Delia serta karya kak Lis yang lain, banyak pesan moral yang disampaikan kepada pembaca. Sehat&sukses selalu kak
Baca Semua Ulasan
Terjebak di Ranjang Panas Tuan Gama

Terjebak di Ranjang Panas Tuan Gama

Berarti laki-laki yang berada di hadapannya ini Gunadi? "Saya tidak paham apa maksud Anda bicara seperti itu." Tatapan Bunga tampak kosong. "Apanya yang tidak paham? Aku yakin kalau kamu itu amat sangat paham. Aku tahu wanita miskin kayak kamu ini hanya ingin harta Gama saja, kan? Sampai rela jadi simpanan anak saya. Butuh berapa uang untuk membayar harga dirimu, huh? Gama butuh penerus, tapi harus dari rahim wanita terhormat, bukan wanita pelacuran seperti kamu! Enyahlah dari kehidupan anakku."
6.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status