Biblioteca
Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Safira Aswanta

Safira Aswanta

kata Fira sambil tersenyum ke arah temannya itu membuat Sua salah paham dengan kata agresive yang dilontarkan Safira. "APAAAA….?” Kamu tahu nggak sih arti dari agresive itu apa? Jangan bilang dia suka nyosor tiba-tiba, contohnya diam-diam langsung men***m?" tanya Sua. Dipikirannya Sua sekarang itu kata agresive itu hanya melakukan kontak fisik secara langsung. Safira hanya memberikan senyuman malu-malu seakan-akan apa yang dipikirkan Sua itu adalah benar.
2.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 61 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Pengantin Dewa

Pengantin Dewa

Hari demi hari, abad demi abad, pukulan demi pukulan menghantam logam kosmik itu hingga akhirnya lahirlah pedang yang memantulkan cahaya seperti kilat hitam, dingin tapi mematikan. Saat pedang itu selesai, lahirlah Arsadikara. Pedang yang ‘tak bisa ditundukkan siapa pun, karena ia adalah perpanjangan jiwa Raksa. Arsadikara tidak hanya tajam, ia haus. Ia merindukan darah. Setiap kali diayunkan, seolah ada bisikan menuntut darah yang menggema di telinga pemegangnya, ia haus akan peperangan. Namun, semuanya berubah karena Yama.
1.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 50 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Tiba-tiba, cahaya keperakan yang benderang memancar dari tubuh Jentra, menerangi kerimbunan hutan yang gelap gulita, mengubah malam menjadi siang sesaat. Itulah Astra Kenanga, ajian legendaris yang hanya dapat dikuasai oleh segelintir panglima Bala Bhumi yang terpilih, dan Jentra adalah yang terhebat di antaranya. Astra Kenanga mampu mengubah ribuan partikel udara di sekeliling menjadi jarum-jarum energi yang tak kasat mata namun memiliki aroma semerbak seperti bunga kenanga, meskipun sejatinya mematikan jika mengenai target. Jarum-jarum itu kini berkumpul, berputar mengelilingi Jentra, memancarkan gemerlap perak yang memukau namun menakutkan, seperti kematian yang diselimuti keindahan. Arom
102.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 86 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Angin membawa aroma logam terbakar dan debu bintang, sementara gelombang energi suci menyelimuti seluruh daratan yang tadinya tandus. Di tengah medan itu, sosok raksasa bernama Lucifer, sang Jenderal Astral, berdiri tegak dengan sayap perak menyala di punggungnya. Matanya menatap Axel, penuh rasa hormat. Dari balik cahaya yang semakin meredup, dua sosok mulai terpisah dari tubuh Nevarya. Sinar itu membelah dirinya perlahan, berubah menjadi dua gadis yang jatuh perlahan di udara seperti serpihan bintang jatuh di malam tanpa bulan.
102.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 85 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Aksara

Aksara

ujar Derma dengan tegas "Lo tau darimana itu Angel kita?" tanya Aksara yang semakin dibuat bingung dengan apa yang Ia dengar. "Dia sendiri yang bilang, dan malam ini gue habisin kalian" tegas Derma yang memancarkan amarah terhadap Aksara dan para sahabat-sahabatnya. Tanpa aba-aba, kubu Derma langsung menyerang Aksara dan yang lain, beruntung mereka bersiap siaga sehingga dapat menangkis pukulan-pukulan yang diberikan.
103.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 130 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey

Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey

"Penghalang mereka terlalu kuat. Kita harus memadamkannya sebelum kita kehilangan terlalu banyak pasukan." Vale bergegas mendekat. "Itu Teknik Penghalang Astral Kekaisaran. Hanya bisa ditembus oleh sihir intensitas tinggi atau serangan langsung ke sumbernya." "Jadi kita harus naik ke kapal itu dan menghancurkan pusat mantranya," kata Mira, memukul gagang tombaknya. "Artinya kita harus menghadapi Kaelvar dengan segala risikonya."
1.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 43 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
SPERANZA

SPERANZA

Yasa dan Byakta terkejut sedangkan Xaviera tersenyum senang karena putrinya pulang pada sore hari bukan malam hari. "Kamu pulang cepat hari ini," kata Xaviera dan menghampiri Speranza. Speranza membeku menatap Yasa dan Byakta. Byakta melongo dan memilih untuk menatap kerana lain sedangkan Yasa menatap Speranza tanpa kedip. "Flavia, perkenalkan ini Yasa dan Byakta mereka sudah membantu ibu tadi dan kamu tahu ternyata Byakta adalah tetangga kita," kata Xaviera menjelaskan segalanya.
102.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 88 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
Merajut Asa

Merajut Asa

Kamu? Belum juga. Masih terbayang serunya tadi. Masih mikirin kamu. Semoga kamu juga mikirin aku di tidurmu, ya. Saranghae5. Dunia Jovita seolah runtuh dalam sekejap. Ia bukan perempuan satu-satunya yang dicintai Ezra seperti ucapannya tadi. ----- 1 pendarahan subkonjungtiva : kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan mata.
1062.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.8K Vezes como aspera ad astra
Show Reviews (64)
Ler
+Biblioteca
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Read All Reviews
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

“Jalan pertama adalah jalan paling gelap, menghancurkan seluruh alam surgawi. Menghancurkan struktur para dewa, itulah cara untuk memaksa perjalanan ke alam yang lebih tinggi. Jalan kedua… adalah terbang ke Cosmos.” “Kau bercanda?” Angkara tercekat, suaranya hampir tak percaya. Bima dan Satria sama-sama mundur satu langkah, pemahaman bergeser di wajah mereka. “Kau serius? Menghancurkan alam surgawi sebagai salah satu jalan?” ucap Angkara, setengah tertawa sarkastis, setengah membeku karena ngeri.
105.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 154 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Aura yang terpancar darinya bukanlah kekuatan mentah atau amarah yang membakar, melainkan ketenangan mutlak —ketenangan sebuah samudra yang paling dalam, atau keheningan di antara bintang-bintang. Saat itulah getaran itu datang lagi. Nada rendah dan berat yang sama, mengguncang fondasi kristal dimensi itu. Langit yang tadinya perak cemerlang mulai memerah, diresapi warna api dan amarah. Dari kejauhan, sesosok raksasa yang terbuat dari obsidian dan lava bangkit dari tidurnya yang singkat, bayangannya yang kolosal kembali menutupi cakrawala. Prahasta.
103.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 95 Vezes como aspera ad astra
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
456789
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status