Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pacar Toxic

Pacar Toxic

Pacar Toxic 22 Sayup-sayup suara azan menarik kembali kesadaranku. Meski mata terpejam, aku bisa rasakan tubuh kaku dan nyeri di sekujur badan. Jangan tanya bagaimana rasanya. Ya Allah.... Sakitnya minta ampun. "Sshh..." Aku mendesis kesakitan, manakala berusaha menggerakkan badan. Nyeri itu semakin menyiksa. Jangankan untuk bergerak membuka mata saja sakitnya luar biasa.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan si Dosen Tampan

Istri Dadakan si Dosen Tampan

Tawaku meledak melihatnya sedang misuh-misuh tidak jelas. “Aww!” Aku terlonjak melihat Mas Ezar memegang perut kesakitan. Magh-nya pasti kambuh lagi. Dengan gerakan kilat, aku menghampirinya dan memegang perutnya. “Mas, kamu kenapa? Kambuh lagi magh-nya?” tanyaku panik. Dia menggeleng pelan, sambil tersenyum. Rupa yang tadi menjerit kesakitan seketika lenyap begitu saja.
9.991.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai aw aw aw sakit mas
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
.*_Sofea_*.
ceritanya bagus banget. tapi sedikit kecewa kernanya gak sempat lahir anak mereka berdua. aku penasaran banget pengen tau anaknya cowok apa cewek. sama anaknya si vina juga. tapi apakan nasib ceritanya udah sampai ke endingnya.
Sofiana Agustina, S.ip
ceritanya bagus, lucu, seru, asyik. suka deh. semoga ceritanya ga dipanjang2in, diputer2, dimasukkan cerita yg tdk perlu dan ditambah2 trus tokoh/karakternya. krn kalo maksa dipanjang2in gak ketemu2 ujungnya dan nambah2 karakter trus, kadang bkin males dan memilih ut berhenti baca ditengah jalan..
Baca Semua Ulasan
Tuan, Jangan Sakiti Aku!

Tuan, Jangan Sakiti Aku!

Meskipun terlihat agak kesulitan, tetapi Kakek Dawo sepertinya berhasil. "Bagaimana, Kek?" tanyaku penuh harap. "Dia akan baik-baik saja. Sekarang biarkan dia beristirahat." Aku mengangguk. Kakek Dawo beranjak untuk mengobati ayahku yang juga terluka cukup parah. ------------------- Beberapa hari berlalu, Tuan Mahawira belum juga sadar. Namun, aku tetap merawatnya dengan penuh kasih. Sedangkan, ayahku sudah lebih dulu pulih beberapa hari yang lalu.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Rasa senang itu muncul pada wajahnya. “Alhamdulillah. Insya Allah, sakit bagian rongga dada dan sekitarnya sudah sembuh.” Serentak Bu Siti dan Salwa mengucapkan syukur Alhamdulillah. Keduanya sampai mengusap sudut-sudut mata mereka. “Lalu sekarang, coba Ning bediri. Tapi pelan-pelan saja. Tolong Ibu dan Dik Salwa jangan dibantu dulu, biar Ningrum melakukannya sendiri.”
549 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Kenapa jadi dia yang marah-marah, sih? “Mas, aku lagi sakit, lho. Ehem!” Aku berkomentar. Sambil berdehem demi mengusir nyeri tenggorokan, kutatap punggung Mas Refal yang bidang itu. “Iya, aku tahu kamu lagi sakit, May. Cuma, besok-besok diingat-ingat makanan apa aja yang bikin sakit. Bulan lalu kan, kamu kena radang tenggorokan juga. Bedanya bulan ini ditambah sama demam dan ngigaumu yang bikin jantungku mau pecah! Coba kalau adik sama orangtuamu dengar, May? Apa nggak malu?” Mas Refal pun menoleh. Mukanya jadi ketus dan kesal.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

tanyanya sambil mengusap keringat di dahi Azwa. “Lemes. Perut Azwa rasanya kayak diremes-remes. Terus, tubuh Azwa juga rasanya sakit semua. Disentuh kayak gini…” Azwa mempraktekkan dengan mengusap tangannya sendiri dan berkata, “…sakit. Terus agak pusing juga.” “Ya Allah, Dek…. Awal mulanya gimana? Kok bisa kayak gini?”
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap, Sayang

Ah! Mantap, Sayang

Hazel berkacak pinggang, menatap suaminya dengan dahi berkerut heran. “Tidak enak. Rasanya mengganjal dan sangat sakit setiap kali aku bergerak sedikit saja. Selangnya terasa keras sekali. Seumur hidup, aku tidak mau memakainya lagi. Cukup sekali saja!” keluh Hexa dengan wajah masam, persis seperti anak kecil yang sedang melakukan protes.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Dia menggeleng pelan seraya berkata, “Aku nggak bisa. Itu bakal sakit banget.” Adrian justru melangkah maju perlahan dan wajahnya tetap tenang. “Tenang, Bu, sakit itu cuma sugesti kok. Saya bisa buat Bu Amara merasakan nikmat tanpa rasa sakit berlebihan seperti yang Bu Amara ceritakan waktu Pak Doni yang main,” ucap Adrian dengan nada rendah.
10100.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!

"Ishh, jangan kuat-kuat. Sakit, Na." Yang diajak bicara nyengir. "Sesama Na dilarang bertengkar." Alex menengahi sambil menyentuh perutnya yang nyeri. Entah siapa pelakunya, Alex sempat kena pukul di bagian perut.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
AKU BELUM MATI, MAS!

AKU BELUM MATI, MAS!

Evelin melepas pelukannya, lalu mengangguk. "Aku janji mulai sekarang akan menjadi saudara yang baik," ucapnya. "Bagus, ayo kita pulang. Aku sudah gak sabar ingin makan masakan Mama yang banyak," ucap Ara penuh semangat. Mereka semua tertawa, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu. Om Adam sudah menyiapkan mobilnya di depan pelataran rumah sakit. Mereka semua bersiap menaiki mobil.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai aw aw aw sakit mas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status