Kinari dan Benang Waktu
Saat mereka memandanginya terlalu lama, makna mulai melayang di udara, perlahan berubah menjadi bahasa yang mereka kenal.
Dan kalimat itu terukir di depan mata mereka:
"Aku adalah awal dari akhir, dan akhir dari awal.
Aku hadir di segala tempat, namun tak menjejak tanah.
Aku terpecah menjadi seribu wajah, namun tak satu pun milikku sendiri.
Aku menutup matamu, namun membuka pandanganmu.
Jika kau memegangku terlalu erat, aku menghilang.
인기 회차