Sampai Kau Ingat Aku
Mendengar ucapan itu, perlahan tapi pasti, sebuah senyum tipis terbit di bibir Naya.
“Itu karena kamu masih amnesia, Mas. Memori kamu belum sepenuhnya pulih. Dulu, waktu aku masih Mahasiswa Baru, kita nggak sengaja ketemu di koridor kampus. Kamu nabrak aku, buku-bukuku sampe jatuh, dari situ kita kenalan. Lalu jadi dekat, akhirnya jadian, sampai kemudian kamu tiba-tiba ngelamar aku. Itu…, itu momen paling indah dalam hidupku.” ujar Naya. Suaranya terdengar sedikit terisak.
Arkan membasahi bibirnya, lalu mendesah panjang. Wajahnya terlihat sangat kecewa. “Begitu ceritanya?”
Sikat na Kabanata