Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Tukas uminya tegas. "Bude mengusir Sasya? Keponakan bude sendiri demi membela anak pungut ini?" Sundari menarik nafas panjang. Tidak habis pikir dengan kedegilan dan egoisnya keponakannya sendiri. "Yang kamu sebut anak pungut itu adalah anak yang bude didik dan bude rawat dengan kedua tangan bude sendiri. Jadi bagi bude Gadis itu adalah anak bude. Titik. Sekarang sebaiknya kamu pulang Sasya. Atau perlu bude telepon ayah kamu dulu?"
1033.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 839 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

LOWONGAN KERJA Aku terpana, haruskah aku pindah kerja? [1] Enceng : panggilan Om dalam bahasa Madura. [2] Le’ : bahasa Madura, Dik. [3] Tang pona’an, ana’na kaka’e Madura : bahasa Madura, yang artinya : Keponakanku, anak kakak di Madura. [4] Me’ raddin : bahasa Madura, yang artinya : Kok cantik?
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
KERIS MAN

KERIS MAN

pujiku terus memeluknya dari belakang sambil bergoyang, "Lancar bahasa Jawa!" "Ya dong!" "Kau dari Jawa?!" "Ada darah Jawa! Campuran Sunda!" "Pantas sempurna!" pujiku menciumi lehernya, "Siapa yang Sunda?" "Mamaku! Papaku dari Semarang!" "Coba nyanyi Sunda!" "Oke!" jawabnya memilih lagu Sunda yang tak kutahu namun terdengar indah dan merdu. "Lagu Sunda bagus dinyanyikan malam-malam gini!" pujiku, "Romantis!"
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Petunjuk Penggunaan Orang Asing

Petunjuk Penggunaan Orang Asing

tanyanya penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. “Loh iyo Le, the Pon’s family bener, enek banner e barang ning ngarep omahku ben gampang golekine.” (Loh iya nak, benar the Pon’s family, ada banner-nya juga di depan rumahku biar orang orang gampang menemukannya) Begitulah bu Pon menjelaskan pada Arka dengan bahasa jawa yang tentu saja tidak Arka mengerti.
234 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Kalau udah lancar bahasa Indonesia harusnya Kayla ngerti kalimat pengusiran yang jelas banget tadi. “Emang kamu bisa bahasa Sunda, Can,” bisik Intan padaku. “Bisa, itu lagi di tik tok. Biwir bereng-bereng jawir ayam, panu coklat kopi susu.” Anggap aja udah bisa, ya, Bestie.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

gurau Wildan mengimitasi Kang Arya untuk membangkitkan semangatnya. "Dal, dil, dul, bahasa apa lagi itu?" sahut ketus Tondo sekali lagi. Kali ini ia sudah tak sepolos tadinya. Tondo mulai merasa pemahaman bahasanya tak memadai untuk diajak berkomunikasi. Iapun menggaruk kepalanya yang kurang ada isinya itu dengan gemas.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?

Inikah Akhir Kisah dari Suami Pilihanku?

“Endra masih berasa di-PHP waktu itu.” “Ya ampun, Ndra, begitu doang,” decak Irma. “Tapi bagus, kok. Raka itu kalau dalam bahasa Sunda artinya Kakak. Nanti kalau kalian punya anak lagi terus dia cowok, pasti lucu kalau namanya Rai. Jadi sepasang, Rai Raka, alias adik kakak.” Gina tak bisa menanggapi apapun atas ucapan sang mertua. Jangankan memberi Raka adik, ia saja tak tahu apakah sampai saat ini Endra masih membencinya atau tidak.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Chelsea mengusap kepala Chiara. “Iya, kelak mereka itu keponakan kecilmu.” Chiara memiringkan kepalanya. “Apa itu keponakan? Apa bisa dimakan?” Chelsea pun tertawa. “Kenapa kamu rakus sekali, sih? Keponakan itu nggak bisa dimakan.” Jessie menatap Chiara yang polos, lalu berkata dengan nada iri, “Alangkah bagusnya kalau aku punya anak perempuan.”
9.33.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90.0K kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Tampilkan Ulasan (857)
Baca
+Pustaka
rincut
nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike
Siti Saodah
cerita yang sangat luar biasa ,menarik sekali untuk dibaca kelanjutannya ,penasaran dengan tokoh Claire Adhitama dan anak anaknya ,hasil perjuangan nya selama ini akan kah berhasil mempertahankan perusahaan ibunya ? dan ,penasaran juga dengan cerita cinta nya yg sudah membesarkan ketiga anaknya ???
Baca Semua Ulasan
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

tanya Svaha penasaran. Swan mengangkat bahu. Veronika bergerak-gerak mulutnya, “Bhuana memang punya cara berkomunikasi yang kuno. Bahasa itu cukup kuno kedengarannya.” “Itu bahasa Tagalog mungkin,” jawab Swan asal. “Bukan!” sergah ibunya Arkana, “aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadi menantu di keluarga itu. Harus belajar bahasa itu.”
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Milky Way on The Midnight Starlight

Milky Way on The Midnight Starlight

Jangan-jangan dia di pondok cuma numpang gedein badan doank, kerjaannya cuma makan-tidur sampai badannya lebar? ***Hiss, tauklah, Tang. Terserah apa katamu! Susah emang ngomong sama kamu, tuh. Suwun = Terima kasih Danke schon = Terima kasih Bis spter = Sampai jumpa Guten nacth = Selamat malam/tidur. Londo (sebutan warga kampung untuk orang bule/turis asing)
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai bahasa sundanya keponakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status