IBUKU PELAKOR
Aku jadi ikut cemas juga.
Kami sampai di sebuah rumah sakit pemerintah yang tergolong besar di kota Medan. Aku jarang menginjakkan kaki ke rumah sakit ini, tapi yang aku tau, biasanya rumah sakit ini menampung pasien-pasien rujukan dari rumah sakit lain. Dengan kategori penyakit berat tentunya. Perlengkapan di rumah sakit ini terbilang lengkap, sehingga banyak rumah sakit yang merujuk pasiennya ke sini, yang mungkin di rumah sakit sebelumnya, peralatan medisnya kurang memadai.
Bang Dion menuju ke bagian administrasi. Aku terus mengikutinya. Dalam hatiku terus bertanya, kenapa dia justru membawaku kesini? Siapa yang sakit? Apa R Wulandari?