Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

Suwati van Rooijtunggu aku di batavia
“Mama bikinin sayur asem kesukaan kamu, ayuk makan. Kamu kurang selera makan akhir-akhir ini.” Otakku langsung mencerna kadar bawang yang terdapat dalam semangkuk sayur asem. Setelah melakukan riset dengan cepat dan pastinya jauh dari akurat, mual yang cukup memalukan ini timbul setelah aku mencium aroma bawang dalam bentuk apapun. Ditumis, digoreng, bahkan aku tidak bisa berdiri dalam jarak dua meter ketika melihat si bawang putih. Hampir mirip seperti Vampire yang teramat sangat tersakiti dengan bawang putih, atau jangan-jangan saat ini aku sudah menjelma menjadi seorang Vampire?
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
KAPAN AYAH PULANG

KAPAN AYAH PULANG

BAB KE : 58 PERTEMUAN YANG MENGURAS AIR MATA 16+ Hari berikutnya mereka mengunjungi gudang. Gudang yang cukup luas yang dipenuhi oleh bawang merah. Bawang itu masih utuh dengan daunnya. Digantung berjejer di dalam ruangan. Tapi ada juga yang di dalam karung. "Yang di gantung itu untuk stok. Ketika petani panen, saya beli dengan harga murah. Setelah harga naik baru saya jual. Sementara yang di dalam karung, buat di kupas," terang Tamrin.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
WANITA SIMPANAN

WANITA SIMPANAN

Kali ini senyumnya sangat berbeda. "Bunda dan Aa lagi pergi. Aisyah nggak tahu mereka kemana." Aku hanya mengangguk sembari memilih sayuran yang akan kuolah. "Mang, bayam satu ikat, bawang putih tiga siung, bawang merah setangah kilo, cabe dan tomat masing-masing sekilo ya!" Mang Asep hanya mengangguk, tangannya sibuk memilih daftar belanjaan yang kusebut.
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
My Incredible Man

My Incredible Man

"Ngupas bawang aja kok, Marie gak mau ngecewain mommy-nya Ferran." Ferran menghela napas berat, saat melihat tatapan memelas dari pacarnya. "Berapa banyak?" "Tuh..." Marie menunjuk baskom di depannya menggunakan dagunya. Sedangkan mata dan tangannya fokus pada irisan bawangnya. Mata Ferran melebar, "Apa-apaan ini, Mom?!" Protes Ferran pada Abigail, "Dulu mommy harus mengupas 100 siung bawang merah. Sedangkan pacarmu, 100 saja tidak sampai."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

Tiba-tiba Uncle Denis teringat jika kedua masakan yang tak bisa di dekat Erika, menggunakan banyak bumbu serta bawang putih. "Kedua masakan menggunakan bawang putih, apakah ..." Nyonya Irina dan Nyonya Lucia serempak mengangguk, mereka meraih roti bawang putih dan soup jamur yang juga menggunakan bahan sama. Begitu roti dan soup berada di dekat Erika, wanita itu langsung mual-mual dan memuntahkan cairah ke depan baju Hvitserk. "Maaf. Sepertinya bayi ini tidak suka aroma bawang putih." Erika membantu melepaskan kemeja Hvitserk dan menjatuhkannya begitu saja ke lantai.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

Kenapa pula tadi aku tidak bertanya pada Ibu berapa bawang yang dia butuhkan? “Ya sudah, bawang merahnya sepuluh kilo, bawang putihnya juga sama.” “Banyak banget, Neng? Mau ada acara, ya?” tanyanya. “Umm ... nggak, Teh. Buat stok saja,” balasku enteng. “Ya sudah, biar Teteh kilo dulu, ya?” Aku hanya mengangguk sambil mengulas senyum, kemudian duduk di bangku depan warung untuk menunggu Teh Renti menimbang bawang.
9.48.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
(Not) His Sugar Baby

(Not) His Sugar Baby

Dia menggulung lengan kemeja sampai di bawah siku lengannya. “Ada, Tuan. Bawang Anda sudah sampai,“ jawab Lion sembari menunduk. Tidak mengerti untuk apa Theo memesan bawang merah sebanyak satu karung, sementara stok yang tersedia terbilang cukup selama satu minggu. Theo mengangguk. “Good. Ikut aku ke dapur.” Dia melangkah meninggalkan Lion. Membiarkan pria itu menyusul dari belakang.
10203.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai bawang son
Tampilkan Ulasan (187)
Baca
+Pustaka
yaniyani
pdhal novel ini isi ny paling beda ama yg lain. penulisan bgus, bnyk pljran yg dpt di ambil tp knp g prnh dpt perhatian khusus ya? dua rius lho klo bca ampe hbis g bkal nyesal meski kdng2 misteri dikonflik ny bkin jntung g tenang, tp ak ttp pengen pny bku cetak ja klo ad, pengen pelukable ma theo
Nami chan
Kerangka ceritanya menarik, bahasanya enak dibaca, uraian ceritanya jg cakep. Konflik2nya tuh fokus tp berbobot. Haaah karya2 kak susi ga perlu diraguin sih.. Ini kek buku kelas atas gt gasih. Kata2nya tuh berat kadang otakku yg minim ini kudu mencerna baik2 biar paham ...
Baca Semua Ulasan
Surga Semalam

Surga Semalam

Julia berjalan ke sebuah kios di mana seorang nenek berambut putih menjual acar sayuran buatannya. Nenek tua itu sangat senang melihat ketiga anak yang lucu dan tersenyum. Windy berjongkok. "Nenek, berapa harga yang kamu jual untuk ini?" Nenek tua itu sulit mendengar, jadi dia harus mendengarkan beberapa kali sebelum dia mengerti dengan jelas. "Dua puluh lima ribu untuk setengah kilo. Saya sendiri yang menggali bawang liar ini di pegunungan dan mengasinkannya dalam toples selama setengah tahun. Anda bisa membuat sup dengan itu. Rasanya sangat asam dan menggugah selera!"
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

jelas Mama Wulan. "Iya Ma, mama itu wanita terhebat untuk Bisma dan juga Arghanta. Oh iya Ma, apa tidak ada kejutan untuk ulangtahun Aini?" "Ada, papa kamu sudah mempersiapkan semuanya," ucap Mama Wulan berbisik. "Really? Lalu kenapa Aini murung? Ia juga bilang kalau Papa sibuk dan lupa akan ulangtahunnya." "Kamu seperti tidak tahu kebiasaan papamu. Ayo makan siang dulu baru balik ke kantor."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
Terjebak Dua Hati

Terjebak Dua Hati

Braden bertanya. “Kalau bawang sepertinya ada. Tapi aku tidak punya cabai.” Alana berhasil menemukan satu bonggol bawang putih di laci dasar lemari es. “Aku punya bubuk cabai kalau kau mau.”
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai bawang son
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status