MERTUAKU MISKIN
Kenapa pula tadi aku tidak bertanya pada Ibu berapa bawang yang dia butuhkan?
“Ya sudah, bawang merahnya sepuluh kilo, bawang putihnya juga sama.”
“Banyak banget, Neng? Mau ada acara, ya?” tanyanya.
“Umm ... nggak, Teh. Buat stok saja,” balasku enteng.
“Ya sudah, biar Teteh kilo dulu, ya?” Aku hanya mengangguk sambil mengulas senyum, kemudian duduk di bangku depan warung untuk menunggu Teh Renti menimbang bawang.
Hot Chapters