여기 benang kusut와 관련된 95개의 소설이 있습니다. 일반적으로 benang kusut와 같은 이야기는 Thriller, Lainnya 및 Pendekar 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Disangka Ojek Ternyata Miliuner부터 시작해보세요!
Ada yang sama?
Gebyuran air di dalam kamar mandi hampir menyerupai gerojokan air terjun.
Kemeja kusut belum disetrika, celana hitam yang biasa dikenakan kotor semua. Morgan tak punya waktu menyesuaikan warna outfitnya pagi ini. Yang penting pakai baju.
Hari ini ia bermaksud menjenguk.
"Beberapa hari ini aku sudah lebih baik sebenarnya. Hanya saja aku sedang merajut sebuah selendang," ujar Benazir, lalu ia bangkit menuju sebuah lemari kayu di sudut ruang. Ia mengambil sebuah lipatan kain berwarna biru berhias benang perak. Kemudian ia perlihatkan kepada sang putri.
"Wah ... bagus sekali, Nek!" puji Roseline sembari meraih selendang tersebut. Ia merasakan kelembutan kain dari wol dan benang perak itu.
Terlambat sedikit saja dia akan mengalami nasib yang sama seperti pohon itu.
Entah darimana datangnya tiba-tiba muncul kabut ungu yang turun di antara Rangga dan Hasta. Kabut itu baunya harum memabukan seperti wangi bunga melati yang sangat pekat membuat kepala Rangga mulai terasa pusing. Rangga berusaha bertahan agar tidak jatuh tersungkur.
"Kurang ajar, ternyata kamu menggunakan racun!"seru Rangga.
Dia tidak lagi repot-repot melembapkannya.
Rambutnya terkulai lemas dan tak bernyawa di kedua sisi wajahnya. Ia tak lagi menatanya dengan rapi. Di pagi hari, ia mengikatnya dengan cepat, hampir kasar, tanpa mempedulikan hasilnya. Rambutnya kusam, kusut, dengan ujung bercabang yang tak pernah dipangkas selama berbulan-bulan. Apa gunanya? Siapa yang akan melihatnya? Siapa yang akan menyentuhnya?
Telah aku sadari dengan jarak yang sedekat ini sebenarnya Ben tampan dengan rambut tipis.
Beginilah nasip mata minus yang mengharamkan kacamata, kalo jarak sedikit jauh saja pandangan sudah rabun.
“Kamu ngelihatin apa?” Ben mulai salah tingkah dengan pandanganku.
Aku tersenyum sambil terus menatap rambut rapi Ben. “Kamu cocok dengan rambut rapi begini. Lumayan ganteng.”
“Aku memang ganteng.”
Bonita bahkan tidak tahu ambang toleransi alkohol yang mampu dikonsumsi oleh Benjamin.
Pria itu terlihat sangat kusut dengan rambut dan bulu halus di dagu yang tumbuh lebih panjang dan lebih berantakan dibanding biasanya. Kaus yang dipakai olehnya seperti tidak diganti selama beberapa hari karena ada noda menempel yang mengeras pada area kerah. Sepatu di kakinya menggantung dengan posisi aneh seolah usahanya melarikan diri gagal.
bujuk Bening.
Mereka pada akhirnya berjalan menuju rooftop gedung. Semilir angin membuat rambut keduanya tertiup dan bahkan Bening kesusahan karena rambutnya sedang tergerai, hingga Embun merogoh kantong blazernya dan mengeluarkan sebuah ikat rambut cadangan yang dia punya untuk diberikan ke Bening.
“Apa kabarmu?” tanya Bening membuka perbincangan.
Mengusap-usap kemeja creamnya memastikan tidak ada lipatan kusut.
Rambut! Hari ini dia begitu tergesa-gesa saat berangkat dari rumah tadi, rambutnya hanya tergerai asal, rasanya agak lepek. Buru-buru dia menatap kaca mobil, dengan cara apa pun dia memperbaiki penampilannya, Renja tidak bisa puas. Astaga ini terlalu mendadak! Dia ingin tampil terbaik di pertemuan dengan mertuanya.
Sejak saat itu, beberapa teman lain mulai ikut memesan ikat rambut.
Semua berawal dari segulung benang. Aku merasa tak sia-sia menyisihkan uang jajan. Namun, ibu yang belakangan tau, justru murka.
"Ngapain bikin kayak gini? Kayak rumahmu bagus saja!"
Aku mengkerut mendapat hardikan ibu.
"Bilangnya nabung, malah nabung benang, buat apa? Ngabisin uang aja!"
hancur.
Kemeja linen putih mahalnya kusut balau, dua kancing teratasnya terbuka paksa, menampakkan dadanya yang memerah. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini acak-acakan, seolah ia baru saja menjambak kepalanya sendiri berkali-kali. Wajahnya merah padam, matanya bengkak dan berair. Ada noda samar di kerah bajunya—entah tumpahan minuman atau... lipstik?