Kasur Lapuk Untuk Ibu
Kurebahkan tubuhku disebelah Jingga, anakku itu ternyata masih terlelap dalam mimpi indahnya, masih kulihat segaris senyum terbit dari bibir gadis mungilku yang kini mungkin sedang merajut kasih dengan sang Ibu di dunia mimpinya.
Entah kapan mataku terpejam, mungkin karena lelah yang mendera sampai akhirnya tak terasa mataku tertutup sempurna. Lantunan adzan dari pengeras suara di mushola sebrang rumah membangunkan ku dari lelapnya mimpi indah yang baru saja kurasa. Ah mimpi itu datang tiba-tiba tanpa diminta, mimpi yang tidak bisa kuraih didunia nyata.
"Din, Dina! Nduk, kamu sudah bangun belum, Nduk?"
Hot Chapters