Angin di Antara Kita
Sekarang, langkah yang sama terasa ringan, bahkan menyenangkan.
Di halte dekat taman, seseorang sudah menunggunya.
“Pagi, Nay,” sapa Rara, tersenyum lebar.
“Pagi. Udah lama?”
“Baru aja. Kamu beneran mau berangkat sendirian?”
Nayla mengangguk. “Iya. Kayaknya ini perjalanan yang harus aku jalanin sendiri.”
Rara menatapnya lama, lalu tersenyum pelan. “Aku tahu. Tapi aku bangga, Nay. Kamu udah sampai di sini. Kamu nggak cuma bertahan, kamu sembuh.”
Hot Chapters