Antara Peran dan Perasaan
Dan ia mulai membaca puisi:
---
> “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh.
Ia tidak datang karena diminta,
tapi karena dibutuhkan.
Sunyi tidak menyelamatkan,
tapi menemani.
Dan hari ini, aku tidak ingin didengar dari atas.
Karena rumah yang kami bangun tidak punya lantai dua.
Semua duduk sejajar.
Semua pulang dengan tenang.”
---
Beberapa terdiam.
Beberapa bingung.
Sebagian menatap tanpa berkedip.
Tak ada tepuk tangan.
Tapi suasana menjadi sangat hening.