Balada Asmara Biduan Dangdut
“Anu… maksudnya, aku cuma lagi bayangin aja, kalau punya bayi dan tahu jika itu darah daging kita sendiri itu gimana rasanya, ya? Hehehee.”
Aisyah tersenyum. “Kenapa cuma bayangin aja? Kenapa Mas Cukir nggak segera nikah aja biar bisa cepet punya darah daging sendiri? Pasti menyenangkan.”
Aku bergelak tawa. “Iya iya, insyaa Allah, Aisyah. Doakan aku, ya.”
“Iya pasti.”
Jujur saja, melihat senyum di bibir tipis Aisyah membuatku merasa nyaman. Dan perilakunya yang sederhana, serta pakaiannya yang bersahaja, membuatku mengerti apa arti “bahagia itu adalah sederhana”.